banner 728x250

Nginap di SPBU Bawa Bayi 9 Bulan, Warga Situbondo Tetap Tak Dapat Jatah BBM

SITUBONDO, SIBERNEWS.CO.ID- Derita warga Kabupaten Situbondo untuk mendapatkan BBM semakin panjang. Di sejumlah SPBU, antrean mencapai 5 jam. Warga bahkan rela membawa bayi dan bermalam, namun tetap pulang dengan tangan kosong karena stok habis.

Zainul, 38, warga Dusun Lugundang, Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo, menjadi salah satu saksi. Ia mengantre bersama istri dan bayinya yang berusia 9 bulan sejak Selasa malam sekitar pukul 22.00 wib (8/9/2026) namun hingga pukul 03.00 Wib pada Rabu pagi (9/9/2026) hanya tinggal 5 kendaraan tiba giliran ia mengisi BBM namun petugas SPBU malah menyampaikan stok BBM jenis pertalite dan pertamax malah habis, akhirnya ia bersama istri dan anaknya harus pulang ke rumah dengan perasaan kecewa mendorong kendaraannya.

“Di rumah sudah habis, di kios eceran juga kosong. Kami ikut antre karena takut di rumah sendirian. Tapi nunggu hampir 5 jam, giliran kami malah tidak dapat. BBM-nya habis duluan,” ujar istri Zainul di SPBU di Kecamatan Panji Situbondo.

Kondisi serupa terjadi di SPBU PB. Sudirman antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga ke jalan raya pantura diperkirakan hingga 3 km, sebagian warga terlihat lelah mengantre yang sangat lama, hingga harus membeli bekal cemilan makanan ringan untuk bertahan di posisi antriannya.

“Ini hari kedua. Kalau siang datang pasti tidak kebagian. Tapi antre malam juga belum tentu dapat,” kata Slamet, 42, driver ojek online yang menggantungkan menyambung hidupnya di jalan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menjelaskan, keterlambatan ini terjadi setelah adanya gangguan distribusi kemacetan 15 kilometer di jalur Pantura Situbondo–Banyuwangi, Pelabuhan Ketapang, yang memperlambat pengiriman armada.

Pertamina memohon maaf kepada masyarakat karena keterlambatan pasokan distribusi BBM dan menghimbau kepada masyarakat agar tidak panic buying.

Pertamina juga melakukan pemantauan stok harian di SPBU dan pangkalan. Masyarakat diimbau membeli sesuai kebutuhan dan tidak menimbun.

Hingga Rabu siang, antrean di SPBU Situbondo masih mengular hingga menyebabkan antrean panjang.

(Uday)

error: Content is protected !!