SITUBONDO, SIBERNEWS.CO.ID- Jalur Pantura di dalam Kota Situbondo kondisinya memprihatinkan. Aspal bergelombang, mengelupas, hingga berlubang ditemukan di sejumlah titik. Dua ruas yang paling parah adalah Jl. WR. Supratman dan Jl. Wijaya Kusuma. Pengendara, khususnya sepeda motor, terpaksa bertaruh nyawa setiap kali melintas.
Pantauan dilapangan di Jl. WR. Supratman aspal tampak bergelombang sepanjang sekitar 100 meter. Di beberapa titik, badan jalan juga retak dan mengelupas. Sementara di Jl. Wijaya Kusuma terdapat aspal yang bergelombang dan tambalan yang tidak rata, Kamis (10/9/2026).
Kondisi semakin berbahaya saat malam hari. Banyak Kendaraan truk muatan serta bus yang tidak mau mengalah kepada kendaraan sepeda motor sehingga kondisi tersebut menutupi lubang mengakibatkan pengendara tidak bisa melihat kerusakan di depannya.
“Kalau malam lebih ngeri. Sudah gelap, jalannya rusak. Saya hampir jatuh 2 kali karena menghindar lubang apalagi kendaraan truk dan bus yang tidak pernah mau mengalah mengurangi kecepatannya,” kata Rudi, 29, warga Olean yang setiap hari melintas untuk bekerja.
Keluhan sama disampaikan Siti, 35, ibu rumah tangga asal Kecamatan Situbondo. Ia mengaku harus ekstra hati-hati saat mengantar anak sekolah.
“Motor sering oleng. Apalagi kalau pas papasan sama truk besar. Jalan bergelombang bikin tidak stabil,” ujarnya.
Jl. WR. Supratman dan Jl. Wijaya Kusuma merupakan bagian dari Jalur Pantura yang menghubungkan Surabaya-Banyuwangi. Tingginya volume kendaraan berat ditambah tidak adanya perbaikan rutin membuat kerusakan semakin parah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPP Kabupaten Situbondo maupun Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional. Warga berharap ada perbaikan segera sebelum memakan korban.
“Jangan nunggu ada yang kecelakaan dulu baru diperbaiki. Ini jalur nasional, masa dibiarkan rusak terus,” kata Rudi.
Kerusakan jalan ini menambah panjang daftar keluhan warga Situbondo. Sebelumnya warga juga harus menghadapi antrean BBM hingga 5 jam di SPBU karena gangguan distribusi kemacetan yang terjadi di pelabuhan Ketapang Banyuwangi.
(Uday)








