SITUBONDO, SIBERNEWS.CO.ID- PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memperkuat pasokan dan mempercepat penyaluran LPG 3 kg di Kabupaten Situbondo. Langkah itu dilakukan menyusul adanya kendala distribusi yang menyebabkan keterlambatan pasokan di sejumlah titik sejak akhir Agustus 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menjelaskan, gangguan distribusi bermula pada 26 Agustus 2026. Saat itu terjadi aksi massa terkait sengketa lahan di area safe zone PT Misi Mulia Petronusa MMP, kawasan Integrated Terminal LPG Tanjungwangi Bosowa.
Akibatnya, operasional terminal LPG Bosowa tidak berjalan normal hingga blokade dibuka pada 2 September 2026.
“Selama kondisi itu, Pertamina melakukan alih pengambilan LPG bagi SPPBE di wilayah Situbondo melalui MEM Gresik,” kata Ahad, Selasa (8/9/2026).
Tantangan belum selesai. Setelah blokade dibuka, distribusi kembali terhambat akibat kemacetan panjang di jalur Situbondo–Banyuwangi, khususnya di sekitar Pelabuhan Ketapang. Antrean kendaraan mencapai sekitar 15 kilometer sehingga waktu tempuh armada menjadi lebih lama.
Untuk mengatasi hal itu, Pertamina melakukan sejumlah langkah mitigasi. Di antaranya optimalisasi sumber suplai, penambahan dukungan armada skid tank dari Terminal LPG Bosowa dan MEM Gresik, serta penyesuaian jam operasional terminal termasuk pada hari Minggu.
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan LPG di Situbondo. Pertamina terus memperkuat penyaluran melalui berbagai langkah mitigasi, mulai dari alih suplai, penambahan dukungan skid tank, hingga pengaturan jam operasional terminal. Seluruh langkah ini kami lakukan untuk memastikan kebutuhan LPG masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Ahad.
Pertamina juga melakukan pemantauan stok dan kebutuhan LPG di tingkat SPPBE hingga pangkalan secara berkala. Pola distribusi terus disesuaikan berdasarkan kondisi lapangan hingga distribusi kembali normal.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli LPG sesuai kebutuhan, tidak berlebihan. Jika menemukan kendala penyaluran atau indikasi pelayanan tidak sesuai ketentuan, masyarakat dapat melapor melalui Pertamina Contact Center 135.
(Uday)




