banner 728x250

Satpolairud Situbondo Kawal Ketat Arus Balik Haul Sukorejo di Pelabuhan Jangkar, 20 Penumpang Gagal Berangkat

SITUBONDO, SIBERNEWS.CO.ID- Arus balik ribuan jamaah haul majemuk Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo melalui pelabuhan jangkar, Kabupaten Situbondo, dikawal ketat Satpolairud, Kamis (29/10/2026).

Pengamanan terpusat di dermaga pelabuhan jangkar sejak pukul 08.00 WIB. Apel persiapan dan koordinasi lintas instansi dipimpin langsung, Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, bersama KSOP kelas IV Panarukan, ASDP, dan instansi maritim lainnya.

Fokus pengamanan adalah keberangkatan, KMP Dharma Ferry 1, tujuan pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura. Hingga kapal bertolak, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Namun, di balik kelancaran itu, ada 20 penumpang tujuan Sapudi yang harus gigit jari. Mereka gagal berangkat karena tidak mendapatkan tiket, kapasitas kapal sudah terisi penuh.

Petugas di lapangan langsung memberikan penjelasan humanis. Tidak ada toleransi untuk over kapasitas. 20 penumpang tersebut diarahkan untuk menunggu jadwal penyeberangan berikutnya atau mengambil jalur alternatif.

“Kami mengimbau kepada seluruh penumpang di Pelabuhan Jangkar agar tetap bersabar, apabila tidak mendapatkan tiket ke pulau tujuan. Penumpang dapat menunggu jadwal keberangkatan kapal berikutnya atau memilih jalur darat menuju Kabupaten Sumenep, kemudian melanjutkan penyeberangan melalui pelabuhan kalianget,” ujar AKP Gede Sukarmadiyasa.

Selanjutnya, hal tersebut guna penegasan soal keselamatan disampaikan tanpa kompromi. Menurut Gede, setiap kapal memiliki batas aman yang tertuang dalam sertifikat keselamatan kapal penumpang (SKKP) dan wajib dipatuhi.

“Setiap kapal memiliki kapasitas penumpang yang berbeda sesuai sertifikat keselamatannya. Ketentuan tersebut wajib dipatuhi demi memastikan keselamatan seluruh penumpang. Setiap kebijakan terkait kapasitas kapal juga harus mempertimbangkan aspek keselamatan dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Setelah mendapat penjelasan, 20 penumpang yang tertahan akhirnya memahami. Mereka memilih menunggu jadwal kapal berikutnya dan untuk sementara menginap di penginapan sekitar Pelabuhan Jangkar.

Selain pengamanan keberangkatan, Satpolairud juga melakukan pemeriksaan kesesuaian tiket penumpang dan kendaraan dengan KTP. Hal ini untuk memastikan tertib administrasi dan mencegah penumpang gelap.

Masyarakat dan ABK, juga diminta segera melapor ke layanan Polri 110, jika menemukan tindak kriminalitas atau gangguan kamtibmas di kawasan pelabuhan maupun perairan.

“Kelancaran penyeberangan harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap aturan dan keselamatan pelayaran. Penumpang diharapkan tidak memaksakan keberangkatan apabila kapasitas kapal telah terpenuhi, demi menjaga keamanan bersama,” himbau AKP Gede.

(Uday)

error: Content is protected !!