banner 728x250

STMJ ala Polres Situbondo: Ketika Ojol Menagih Janji Layanan Darurat 110

SITUBONDO, SIBERNEWS.CO.ID- Di sebuah warung sederhana di Situbondo, Selasa siang, 15 September 2026, belasan jaket hijau dan hitam duduk melingkar. Di hadapan mereka bukan pelanggan, melainkan polisi. Tidak ada razia, tidak ada tilang. Yang ada hanya sepiring nasi, teh hangat, dan sebuah ponsel yang sengaja disodorkan.

Itulah program STMJ – Seduluran Tanpa Memandang Jabatan – yang digagas Satbinmas Polres Situbondo. Sebuah akronim yang terdengar cair, di tengah citra kepolisian yang kerap dianggap berjarak.

Kasat Binmas Polres Situbondo Iptu H. Rachman Fadli Kurniawan, S.H., M.M., duduk di tengah lingkaran itu. Ia tidak banyak berceramah soal Kamtibmas. Ia lebih banyak mendengarkan. Keluhan soal tarif yang tak menentu, jalanan yang rawan di malam hari, hingga rasa was-was ketika mengantar penumpang ke pelosok.

“Lewat semangat Seduluran Tanpa Memandang Jabatan ini, kami ingin membangun ruang komunikasi yang setara dan tanpa sekat,” kata Rachman.

Namun acara makan bersama itu bukan sekadar seremoni. Di tengah obrolan, Rachman melakukan sesuatu yang jarang terjadi: ia meminta seorang pengemudi ojek online untuk menelepon layanan darurat milik institusinya sendiri – Call Center Polri 110.

Panggilan itu dilakukan di depan semua orang. Loudspeaker diaktifkan. Semua menunggu. Dan, kali ini, panggilan itu tersambung.

“Kami juga mempraktikkan langsung panggilan Hotline 110 bersama rekan-rekan ojol, dan alhamdulillah direspons sangat baik serta cepat oleh petugas piket operator,” ujar Rachman.

Bagi para pengemudi ojol, momen itu bukan hal kecil. Selama ini, 110 kerap dianggap sebagai nomor yang sulit dihubungi, lama direspons, atau bahkan tidak menjawab saat dibutuhkan.

Salah seorang perwakilan ojol pun mengaku kaget.

“Kami sangat senang dan berterima kasih karena diajak makan bersama dan didengarkan masukan-masukannya. Saat mencoba telepon Call Center 110 tadi juga ternyata langsung tersambung dan direspon dengan cepat dan ramah. Ini membuat kami makin merasa aman dan nyaman saat bekerja di jalan,” katanya.

Uji coba semacam ini penting. Di tengah maraknya kejahatan jalanan dan kecelakaan yang melibatkan pengemudi online, kecepatan respons 110 adalah soal hidup dan mati. Pertanyaannya, apakah kecepatan yang terjadi di depan Kasat Binmas itu akan sama ketika ojol menelepon sendirian di tengah malam, di jalan sepi, tanpa ada atasan yang mengawasi operator?

Selain 110, polisi juga memperkenalkan Super Apps Polri. Aplikasi yang digadang-gadang memudahkan warga melapor tanpa harus datang ke kantor polisi.

Lewat STMJ, Polres Situbondo mencoba menawarkan sebuah pesan: bahwa polisi tidak selalu harus hadir dengan borgol dan sirine. Kadang, cukup dengan sepiring nasi dan sebuah panggilan telepon yang dijawab.

Selanjutnya, apakah seduluran itu akan bertahan lebih lama dari sekadar acara tasyakuran? waktu yang akan menjawab.

(Uday)

error: Content is protected !!