Di Balik Senyum Anak Penjual Makanan Ringan di Pantura Besuki, Perjuangannya Tak Semestinya Memikul Beban Orang Tua
SITUBONDO, SIBERNEWS.CO.ID- Di balik ramainya Jalan Raya Pantura Besuki, Kabupaten Situbondo, ada pemandangan yang menampar nurani.
Kamis sore, 29 Oktober 2026, dua anak kecil yang masih belia terlihat menjajakan makanan ringan keliling di kerasnya jalanan. Usia yang seharusnya mereka habiskan untuk belajar, bermain, dan menikmati masa kecil, tapi justru sedang belajar memahami kerasnya kehidupan.
Momen itu diabadikan oleh warga yang kemudian membagikannya di media sosial dengan pesan menyentuh.
“Di balik senyum mereka, ada perjuangan yang tak semestinya ditanggung anak-anak,” tulisnya.
Foto yang diterima Sibernews.co.id memperlihatkan seorang pria, Eko Febrianto kita sebut namanya, di sebuah warkop di pinggir Pantura Besuki, berbincang dengan dua bocah penjual kerupuk dan makanan ringan. Di atas meja, terlihat keranjang berisi dagangan mereka. Wajah anak-anak sengaja kami blur untuk melindungi privasi mereka.
Hati siapa yang tak prihatin melihatnya.
Di saat anak-anak lain seusianya asyik dengan mainan atau buku dongeng, mereka harus membawa kantong plastik besar berisi dagangan, menyusuri warung ke warung, menahan malu dan lelah, demi membantu memenuhi kebutuhan orang tua di rumah.
Sore itu, takdir mempertemukan mereka dengan orang baik. Seluruh dagangan mereka diborong.
“Mungkin nilainya tak seberapa, tetapi semoga bisa sedikit meringankan beban mereka dan membawa kebahagiaan bagi keluarganya di rumah,” ujar Eko Febrianto.
Kisah ini bukan tentang seberapa besar uang yang diberikan. Ini tentang kepedulian.
“Kita mungkin tak mampu mengubah seluruh keadaan, tetapi kita selalu punya kesempatan untuk meringankan beban sesama. Tak perlu menunggu kaya untuk berbagi. Sebab, bagi mereka yang sedang berjuang, kepedulian kecil dari kita bisa menjadi kebahagiaan yang begitu berarti,” lanjutnya.
Kejadian anak di bawah umur yang terpaksa bekerja membantu ekonomi keluarga, hal tersebut masih menjadi potret buram di Kabupaten Situbondo. Di Besuki, Panarukan, hingga Asembagus, anak-anak penjual tisu, kerupuk, dan makanan ringan di lampu merah dan warkop Pantura bukan hal baru.
Pemerintah Kabupaten Situbondo, melalui Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AP2KB) diharapkan tidak menutup mata. Negara wajib hadir memastikan tidak ada lagi anak di bawah umur harus berjualan di jalanan.
Berbagi bukan soal seberapa besar yang kita berikan, melainkan seberapa tulus kita peduli dengan keadaan mereka yang saat ini sedang kurang beruntung.
Kisah dari Pantura Besuki sore ini, menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak menutup mata terhadap perjuangan orang-orang kecil di sekitar kita.
(Uday)








