banner 728x250

Polemik KDKMP Plaosan Memanas, Nasib Pedagang Sapi di Ujung Keputusan Bupati

MAGETAN, SIBERNEWS.CO.ID – Polemik penunjukan lokasi KDKMP di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, kian memanas. Rencana penempatan di area Pasar Hewan (Wage) Plaosan memicu kegelisahan para pedagang sapi yang selama ini menggantungkan hidupnya dari aktivitas jual beli di lokasi tersebut.

Kekhawatiran bukan tanpa alasan. Pasar Hewan Plaosan selama ini menjadi denyut nadi ekonomi rakyat kecil, terutama menjelang momentum Idul Adha. Namun kini, para pelaku usaha justru dihadapkan pada ketidakpastian yang berpotensi mengganggu stabilitas usaha mereka.

Upaya meredam gejolak dilakukan melalui rapat koordinasi pada Selasa (07/04/2026), yang dihadiri pemangku wilayah bersama Camat Plaosan, Ayudya Primasmoro.

Forum tersebut menjadi ajang tarik ulur kepentingan antara rencana kebijakan pemerintah dan realitas di lapangan.
Perwakilan pedagang, Mas Nani, mengungkapkan bahwa hasil pertemuan menghasilkan dua opsi krusial.

BACA JUGA :
Konsep Baru RPM Magetan: Minimnya Pendampingan, Paguyuban Terpaksa Bergerak Mandiri Selamatkan Produk Lokal

Pertama, pembenahan darurat fasilitas pasar guna menghadapi lonjakan permintaan menjelang Idul Adha. Kedua, opsi strategis yang lebih besar: relokasi pasar atau pembangunan ulang di lokasi yang sama.
Namun hingga kini, kepastian belum juga muncul.

“Semua masih menunggu keputusan Bupati,” tegas Mas Nani, mencerminkan posisi pedagang yang seolah hanya bisa menunggu tanpa kepastian arah.

Di sisi lain, Camat Plaosan Ayudya Primasmoro menyatakan bahwa langkah awal yang diambil adalah melakukan survei oleh dinas terkait sebagai dasar penanganan sementara.

BACA JUGA :
Polemik MTSN 4 Magetan Semakin Panas, Nama Yang Dicatut Pihak Sekolah Tidak Terima, Hingga Somasi Sekolah Melalui Kuasa Hukumnya

“Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan melakukan survei lokasi. Perbaikan dilakukan sambil menunggu arahan Bupati. Targetnya, Mei pedagang sudah siap menghadapi kebutuhan Idul Adha,” jelasnya.

Meski demikian, langkah tersebut dinilai belum menyentuh akar persoalan.

Pasalnya, polemik ini bukan sekadar soal perbaikan fasilitas, melainkan menyangkut keberlangsungan mata pencaharian ratusan pedagang kecil.

Jika tidak ditangani secara bijak, kebijakan ini berpotensi menimbulkan gejolak sosial dan ekonomi di tengah masyarakat Plaosan.
Kini, semua mata tertuju pada keputusan Bupati Magetan.

Apakah kebijakan yang diambil akan berpihak pada keberlangsungan ekonomi rakyat, atau justru mengorbankan pelaku usaha kecil demi kepentingan lain?
Waktu terus berjalan, sementara para pedagang hanya bisa menunggu—di tengah ketidakpastian yang kian menyesakkan(Rif)

error: Content is protected !!