MAGETAN, SIBERNEWS.CO.ID – Polemik penentuan lokasi KDKMP di Kecamatan Plaosan terus bergulir. Kepala Desa Buluharjo, Thohari, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan berbagai persepsi yang berkembang di masyarakat.
Menurut Thohari, penentuan lokasi KDKMP di area Pasar Hewan (Wage) bukanlah keputusan yang diambil secara tiba-tiba, melainkan merupakan opsi terakhir setelah melalui berbagai pertimbangan dan musyawarah bersama sejumlah pihak.
“Sebenarnya penentuan lokasi KDKMP di pasar hewan itu opsi terakhir. Saat itu kami dari pemerintah desa juga mengundang perwakilan pengusaha jual beli sapi, warga setempat, pihak dinas pasar, serta unsur Kecamatan Plaosan,” ujarnya kepada awak media.
Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat dua alternatif lokasi lain yang telah dikaji secara serius. Lokasi pertama Tanah kas desa di timur desa ndele,kedua lahan kosong di berada di lahan dekat SD Buluharjo. Namun, setelah dilakukan peninjauan, lahan tersebut dinilai tidak memenuhi kriteria karena keterbatasan luas.
Alternatif ke tiga adalah di area balai desa lama. Akan tetapi, rencana tersebut juga urung dilaksanakan lantaran harus melakukan pembongkaran total serta mempertimbangkan nilai historis bangunan yang sudah lama berdiri.
“Karena balai desa lama banyak sejarahnya, akhirnya tidak jadi juga digunakan,” imbuhnya.
Setelah 3 opsi tersebut gugur, barulah muncul opsi ke 4, yakni memanfaatkan sebagian area Pasar Hewan (Wage). Keputusan ini pun tidak diambil secara sepihak, melainkan melalui dua kali forum pembahasan sebelum akhirnya disepakati.
Thohari menegaskan, tujuan utama dari penempatan KDKMP di lokasi tersebut adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang terpusat, sekaligus memberikan dampak positif bagi aktivitas pasar hewan yang sudah ada.
“Harapan kami, perekonomian bisa terpusat di situ dan pasar hewan juga ikut merasakan dampak baik dari pembangunan KDKMP,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa keberadaan KDKMP tidak akan menghilangkan fungsi pasar hewan. Pasalnya, lahan di bagian belakang pasar masih cukup luas dan dapat dimanfaatkan sebagai pengganti area yang terdampak pembangunan.
“Lahan di belakang pasar hewan itu masih luas dan cukup untuk mengganti luasan bangunan KDKMP,” tegasnya.
Tak hanya itu, Thohari juga mengungkapkan bahwa pemerintah desa telah mengajukan bantuan renovasi pasar hewan di tahun 2025, dan semoga di tahun 2026 ini segera terealisasi.
“saya tahun 2025 yang lalu mengajukan bantuan untuk renovasi pasar hewan ( Wage ) ini.semoga di tahun 2026 ini segera terealisasi agar pasar bisa direnovasi. Harapan saya pasar hewan tetap di situ, mengingat historinya, dan lahan belakang masih cukup untuk perluasan,” pungkasnya.
Dengan penjelasan tersebut, Pemerintah Desa Buluharjo berharap masyarakat dapat memahami bahwa setiap keputusan yang diambil telah melalui proses kajian dan musyawarah, dengan tujuan menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlangsungan ekonomi warga.(Rif)








