SITUBONDO, SIBERNEWS.CO.ID- Kesabaran warga Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mulai habis. Sudah berbulan-bulan ruas jalan penghubung dua desa itu gelap gulita tanpa Penerangan Jalan Umum (PJU), meski keluhan sudah berulang kali disampaikan ke kecamatan hingga dinas terkait.
Warga kini tidak lagi ingin sekadar dijanjikan. Mereka menuntut Bupati Situbondo dan jajaran dinas terkait turun langsung ke lapangan pada malam hari untuk melihat kondisi nyata, bukan hanya menunggu laporan tertulis.
Pantauan di lokasi, Selasa sore (25/8/2026), jalan tersebut sepi jarang aktivitas masyarakat berlalu-lalang ditambah beberapa titik PJU di sepanjang jalan tersebut masih mati total. Jalan yang menjadi akses utama warga itu hanya diterangi lampu kendaraan yang melintas.
“Kami sudah capek lapor. ke kecamatan, katanya sudah disampaikan ke Dishub. Tapi buktinya sampai sekarang masih gelap gulita. Pak Bupati, tolong lihat sendiri malam-malam di sini,” ujar Edo Putra Pratama (28), warga setempat dengan nada kecewa.
Minimnya penerangan membuat aktivitas warga di malam hari terganggu. Para pelajar yang pulang mengaji dan pekerja yang pulang malam mengaku harus ekstra waspada.
“Kami lewat sini was-was apalagi kalau sepi. Takut ada jambret dan jatuh ke sawah karena jalan tidak kelihatan, karena banyak warga yang menggunakan jalan tersebut pakai sepeda ontel dan becak tanpa penerangan” lanjutnya.
Camat Kapongan, Roy Hidayat, membenarkan pihaknya sudah lama menyampaikan keluhan tersebut ke Dinas Perhubungan.
“Iya mas, itu sudah lama kami sampaikan ke Dishub tapi tidak ada tindak lanjut,” ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan whatsappnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Situbondo, Drs. Nugroho, saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp hanya menjawab singkat.
“Terimakasih infonya mas, Siap, di cek dan diperbaiki,” katanya pada (24/8/2026) lewat WA singkatnya.
Bagi warga, jawaban “siap cek” itu sudah terlalu sering didengar. Janji serupa juga pernah disampaikan beberapa bulan lalu, namun hingga kini tidak ada perubahan.
“Warga tidak butuh janji di WA. Warga butuh bukti lampu menyala. Kami minta Bupati perintahkan sidak malam. Jangan tunggu ada korban dulu baru bergerak,” tegas warga lainnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Bagi mereka, terang jalan adalah hak dasar untuk rasa aman, bukan hadiah yang harus diminta berkali-kali.
(Uday)








