Bondowoso, SIBERNEWS.CO.ID – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) penguatan sinergi pengawasan pelaksanaan program prioritas nasional, Senin (6/4/2026) di pendopo Kecamatan setempat.
Rakor yang dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Tamanan, perwakilan mitra SPPG, puskesmas, Korcam SPPI, serta instansi terkait. Langkah ini diambil untuk memastikan ribuan siswa di wilayah Kecamatan Tamanan menerima makanan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan higienis.
Camat Tamanan, Abdul Mufid, selaku ketua Satgas MBG Kecamatan, menyampaikan bahwa rakor ini merupakan tindak lanjut arahan Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk memaksimalkan Satgas di tingkat kecamatan, sebagai garda terdepan layanan aduan masyarakat dan mitigasi kendala di lapangan.
“Satgas MBG Kecamatan Tamanan berkomitmen penuh memperkuat koordinasi lintas sektor,” kata Mufid.
“Sinergi ini krusial agar standar gizi dan sanitasi terpenuhi dengan baik. Pengawasan akan kita lakukan sejak dini, tidak hanya saat makanan didistribusikan,” tambahnya.
Pihak Satgas juga menyoroti pentingnya kebersihan lingkungan dapur umum (SPPG) sesuai instruksi Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso yang menegaskan bahwa syarat mutlak MBG adalah keamanan pangan untuk mencegah risiko kontaminasi.
Sebelumnya, Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, menjelaskan pembentukan Satgas di 23 Kecamatan diperlukan seiring meningkatnya jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi. Di Bondowoso, saat ini ada 69 dapur SPPG dari total kuota sekitar 117 dapur.
Menurut Wabup As’ad, jika pengawasan hanya dilakukan di tingkat kabupaten, maka pengendalian pelaksanaan program MBG dikhawatirkan kurang efektif.
Karena itu, pemerintah daerah memutuskan membentuk Satgas di setiap kecamatan agar pengawasan lebih dekat dengan masyarakat.
Dengan sistem ini, laporan atau pengaduan masyarakat terkait pelaksanaan program MBG diharapkan bisa ditangani lebih cepat dan tepat.
Pembentukan Satgas MBG ini menjadi krusial mengingat di Kecamatan Tamanan sendiri saat ini memiliki 11.400 penerima manfaat dari program MBG yang terdiri dari siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui dan balita.(*)


