banner 728x250

Jembatan Jumpong Belum Ada Kepastian, Ketua DPRD Bondowoso: Butuh Anggaran Besar

BONDOWOSO, SIBERNESW.CO.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bondowoso, Ahmad Dhafir, kembali menyoroti kondisi infrastruktur di wilayahnya, khususnya terkait pembangunan dan perbaikan jembatan yang dinilai belum maksimal.

Menurut Dhafir, mekanisme penganggaran pembangunan biasanya sudah ditetapkan pada tahun sebelumnya. Hal ini dicontohkan dengan kondisi Jembatan Sentong yang berada di Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Kota Bondowoso.

“Di Sentong itu sudah ditetapkan anggarannya di tahun 2025, karena memang pada tahun itu sudah mengalami keretakan. Sumber anggarannya berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2026,” jelas Dhafir, Rabu (22/4/2026).

Sementara itu, untuk proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bondowoso, mekanisme perencanaannya juga dilakukan di tahun sebelumnya. Namun, ada kendala teknis yang sering terjadi.

Sebagai contoh, ia menyinggung kondisi jembatan di Desa Wonoboyo yang ambruk pada bulan September Tahun 2025. Menurutnya, mustahil pembangunan bisa dilaksanakan di awal tahun anggaran karena kerusakan terjadi di pertengahan tahun, sehingga harus menunggu mekanisme perubahan anggaran (pergeseran) untuk bisa dieksekusi.

Jembatan Jumpong Butuh Rp6 Miliar, Warga Terpaksa Lewat Bambu Bergoyang

Kondisi yang cukup memprihatinkan dan menjadi sorotan utama adalah nasib Jembatan Jumpong di Desa Jumpong, Kecamatan Wonosari. Menurut keterangan, jembatan tersebut sudah rusak hampir tiga tahun lamanya.

Saat ini, warga dan pengendara terpaksa harus menggunakan jalan alternatif berbahan bambu yang kondisinya bergoyang dan sangat membahayakan keselamatan jiwa.

“Di sana dibutuhkan anggaran senilai Rp6 miliar. Angka yang cukup besar. Sehingga kita usulkan untuk anggaran provinsi atau pusat,” terang Dhafir.

Dikatakannya, keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi alasan utama kenapa pembangunan tersebut belum bisa ditangani sendiri oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Menjawab kepastian pembangunannya, Dhafir menegaskan hingga saat ini belum ada titik terang.

“Terkait informasi pembangunan untuk tahun 2026 ini, masih belum ada jawaban pasti,” pungkasnya.(Pong)

error: Content is protected !!