banner 728x250

Warga Desa Jumpong Bondowoso Keluhkan Jembatan Rusak Hampir 3 Tahun, Harus Lewat Jalan Bambu Berisiko

Pewarta : Ghafur

Editor     :Oebay

BONDOWOSO, SIBERNEWS.CO.ID – Kondisi infrastruktur jembatan penghubung di Desa Jumpong, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, menjadi sorotan publik. Pasalnya, jembatan tersebut telah rusak dan belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah selama hampir tiga tahun lamanya.

Akibat kondisi tersebut, warga terpaksa harus menggunakan jalan alternatif yang dibuat dari bambu untuk melintas. Padahal, jalan ini merupakan jalur vital yang menghubungkan Desa Tangsil Wetan menuju Desa Jumpong.

Jalur ini juga menjadi akses penting yang berada tidak jauh dari Pondok Pesantren Mambaul Ulum, yang merupakan ponpes milik mantan Bupati Bondowoso, Kiai Salwa Arifin. Hingga saat ini, belum ada kepastian maupun informasi jelas terkait rencana pembangunan atau perbaikan dari pemerintah daerah setempat.

Warga Terpaksa Lewat Jalan Bambu

Keterbatasan akses membuat warga berinisiatif membuat jalan darurat dari bambu. Namun, jalan tersebut dinilai sangat berisiko dan tidak aman, apalagi jika dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Jembatan bambu tersebut sering kali terasa bergoyang saat dilalui, membahayakan keselamatan pengendara.

Lukman, salah satu warga sekitar, mengungkapkan kekhawatirannya dan berharap pemerintah segera turun tangan. Ia menyebutkan bahwa perbaikan jembatan ini sangat mendesak, baik menggunakan anggaran APBD Kabupaten, APBD Provinsi, maupun APBN.

“Kami berharap sekali jembatan ini segera digarap. Mau anggarannya dari daerah, provinsi, atau APBN sekalipun, kami berharap segera diusahakan,” ujar Lukman, Senin (20/04/2026).

Ganggu Ekonomi dan Pertanian

Lebih jauh, Lukman menjelaskan bahwa kondisi ini sangat mengganggu kelancaran lalu lintas warga. Selain faktor keselamatan, jalan alternatif yang berisiko ini juga berdampak langsung pada roda perekonomian masyarakat.

Kendala akses jalan dirasakan sangat menghambat usaha para pelaku UMKM serta kegiatan di sektor pertanian. Distribusi barang dan hasil bumi menjadi terhambat karena akses yang sulit dan tidak memadai.

“Selain mengganggu lalu lintas, ini juga sangat menghambat perekonomian masyarakat, baik usaha UMKM maupun yang bergerak di bidang pertanian. Makanya kami sangat berharap ada solusi cepat dari pemerintah,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas BSBK atau pemerintah kecamatan terkait kapan perbaikan jembatan vital tersebut akan dilakukan.

error: Content is protected !!