banner 728x250

3.920 Mahasiswa Sudah Terbantu, Beasiswa Banyuwangi Kembali Dibuka untuk 613 Pendaftar

BANYUWANGI, SIBERNEWS.CO.ID – Bagi sebagian anak muda, perguruan tinggi bukan hanya soal mengejar gelar. Di balik keinginan melanjutkan pendidikan, ada persoalan biaya yang tak jarang menjadi tembok penghalang.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mencoba membuka jalan melalui program beasiswa pendidikan yang telah berjalan sejak 2011.

Hingga 2025, program tersebut tercatat telah dimanfaatkan 3.920 mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Tahun ini, kesempatan serupa kembali dibuka melalui Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026. Sebanyak 613 putra-putri Banyuwangi tercatat mendaftarkan diri untuk mengikuti proses seleksi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, keberlanjutan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kualitas sumber daya manusia.

“Pendidikan menjadi salah satu perhatian kami. Kami ingin anak-anak Banyuwangi memiliki kesempatan untuk bisa meraih pendidikan setinggi mungkin. Karena itu, program beasiswa terus kami lanjutkan dan kembangkan sesuai dengan kebutuhan,” kata Ipuk, Selasa (8/9/2026).

Menurut Ipuk, bantuan pendidikan tersebut tidak berhenti pada persoalan membayar biaya kuliah. Pemerintah daerah ingin para penerima beasiswa memiliki kemampuan dan kompetensi yang nantinya dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, bidang pendidikan yang mendapat dukungan tidak dibuat dalam satu sektor saja.

Untuk bidang kesehatan, misalnya, beasiswa diarahkan pada sejumlah program studi seperti Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Sanitasi/Kesehatan Lingkungan, Psikologi, Apoteker/Farmasi hingga Kedokteran Umum.

Kesempatan juga diberikan kepada dokter yang hendak mengambil pendidikan spesialis maupun dokter gigi yang melanjutkan pendidikan spesialis.

Beberapa bidang spesialis yang menjadi prioritas antara lain Jantung dan Pembuluh Darah, Neurologi, THT-KL, Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Orthopedi dan Traumatologi, Kedokteran Jiwa, Urologi, Penyakit Dalam serta Mata.

Kebijakan tersebut sekaligus diarahkan untuk menjawab kebutuhan tenaga kesehatan di daerah.

“Kami juga meminta para penerima beasiswa, khususnya di sektor kesehatan, untuk nantinya mengabdi di Banyuwangi. Harapannya, mereka bisa ikut memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, di Banyuwangi secara berkelanjutan,” ujarnya

Tak hanya kesehatan. Pemerintah daerah juga membuka peluang bagi mahasiswa pada bidang Pendidikan, Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Teknik dan Infrastruktur, Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, Ilmu Sosial, Hukum, serta Perikanan.

Ipuk menyebut pemilihan bidang tersebut berkaitan dengan kebutuhan pembangunan Banyuwangi.

“Selain membuka akses pendidikan, beasiswa ini juga kami arahkan untuk memperkuat kapasitas SDM di berbagai bidang,” katanya.

Selain itu,Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian menyebut dari 613 pendaftar, sebanyak 124 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Mereka selanjutnya mengikuti tes psikologi dan wawancara sebagai bagian dari proses penentuan penerima beasiswa.

“Penetapan penerima beasiswa sekaligus pengumuman hasil akhir seleksi dijadwalkan pada akhir September 2026,” kata Alfian.

Bantuan pendidikan diberikan hingga mahasiswa menyelesaikan masa studinya sesuai ketentuan program.

Untuk mahasiswa Kedokteran, dukungan diberikan hingga semester 12. Sedangkan mahasiswa program studi lainnya memperoleh beasiswa hingga semester 8.

Tidak hanya biaya kuliah, bantuan juga mencakup biaya hidup, buku dan bahan ajar, riset atau penelitian, serta praktik.

Program yang telah berlangsung sejak 2011 tersebut kini memasuki babak baru. Dengan ratusan peserta kembali bersaing pada seleksi 2026, beasiswa tidak hanya menjadi bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menjadi salah satu instrumen Pemkab Banyuwangi untuk menyiapkan generasi muda yang diharapkan kembali berkontribusi bagi daerah.

(Herman)

error: Content is protected !!