banner 728x250

Siaga Krisis! Pertamina Siapkan Rute Alternatif Usai Akses Fasilitas LPG Bosowa Diblokir

SITUBONDO, SIBERNEWS.CO.ID- PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menyatakan siaga menyusul terganggunya akses menuju fasilitas pengisian LPG milik PT MMP Bosowa di Banyuwangi.

Gangguan sejak Rabu, 26 Agustus 2026 itu memaksa Pertamina menyiapkan skenario distribusi alternatif agar pasokan LPG ke Banyuwangi dan Situbondo tidak terhenti.

Akses ke fasilitas pengisian tersendat akibat adanya kegiatan penyampaian aspirasi terkait persoalan lahan di lingkungan PT MMP Bosowa. Kondisi ini berdampak langsung pada proses pengisian skid tank LPG untuk Stasiun Pengisian Bulk Elpiji atau SPBE.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, membenarkan adanya gangguan tersebut. Ia memastikan Pertamina terus memantau ketat stok dan penyaluran LPG di dua kabupaten.

“Pertamina terus memantau stok dan penyaluran LPG di Banyuwangi dan Situbondo. Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait agar operasional pengisian dapat segera kembali berjalan dan kebutuhan LPG masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Ahad, Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan pemantauan, dari 8 SPBE yang melayani Banyuwangi dan Situbondo, 5 SPBE saat ini mengalami keterbatasan stok. Angka itu setara 62% dari total SPBE di wilayah tersebut.

Kondisi ini dinilai rawan memicu keterlambatan distribusi ke pangkalan jika pasokan tidak segera masuk.

Untuk mengantisipasi, Pertamina telah menyiapkan skenario distribusi alternatif. Skema ini mempertimbangkan ketersediaan armada, sisa stok di masing-masing SPBE, serta kondisi akses jalan.

“Pertamina telah menyiapkan skenario distribusi alternatif dengan mempertimbangkan ketersediaan armada, stok di masing-masing SPBE, serta kondisi akses jalan. Langkah ini dilakukan agar penyaluran LPG tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan distribusi,” tambah Ahad.

Selain itu, Pertamina juga berkoordinasi dengan manajemen PT MMP Bosowa dan aparat penegak hukum untuk mendorong agar operasional pengisian segera normal dan proses distribusi berjalan aman.

Pertamina Patra Niaga memastikan evaluasi di lapangan akan terus dilakukan. Strategi penyaluran akan disesuaikan secara dinamis berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi operasional.

“Pertamina berharap situasi segera kondusif sehingga penyaluran LPG dapat kembali normal dan kebutuhan energi masyarakat luas tetap terpenuhi,” pungkas Ahad.

Masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 untuk informasi maupun laporan terkait produk dan layanan.

(Uday)

error: Content is protected !!