banner 728x250

Formatur PBNU: Isu ‘PKB Come Back’ Muncul Usai Nama Lukman Edy Diusulkan Jadi Sekjend

SITUBONDO, SIBERNEWS.CO.ID- Rapat Formatur pertama untuk penyusunan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode baru diwarnai dinamika. Muncul isu “PKB Come Back” setelah Ketua Umum PBNU terpilih KH. M. Abdul Mukti alias Gus Kikin mengusulkan nama Lukman Edy sebagai Sekretaris Jenderal PBNU.

Hal itu disampaikan HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, warga NU sekaligus kyai Kampung asal Situbondo, dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, usulan tersebut didasari 2 hal objektif: profesionalitas dan keterwakilan wilayah.

“LE alias Lukman Edy adalah operator lapangan Gus Kikin dan punya pengalaman mumpuni untuk memangku posisi Sekjend PBNU. Beliau mantan Sekjend PKB,” Gus Lilur.

Gus Lilur menyebut, muncul kekecewaan dari pihak lain usai nama Lukman Edy disodorkan. Kekecewaan itu kemudian memunculkan gosip “PKB Come Back”.

“Padahal semua orang di NU tahu LE adalah operator lapangan Gus Kikin. Tentu Gus Kikin akan merasa nyaman bila tim suksesnya yang jadi Sekjend,” ujarnya.

Ia juga menyoroti isu keterwakilan wilayah. “PBNU memang bukan PWNU Jawa Timur. Masa jabatan lainnya diisi orang Jawa Timur semua? Saya dan rasanya semua jamaah NU mendukung Gus Kikin menyusun pengurus PBNU yang Indonesia, bukan PBNU ala PWNU Jawa Timur,” tegasnya.

Dalam pernyataannya, Gus Lilur juga menyebut nama KH. Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Ia menyatakan jika dilakukan survei hari ini, “seluruh PCNU dan PWNU tidak akan ada yang mau Gus Ipul sebagai Sekjend lagi”.

Konflik internal dan perebutan posisi strategis di PBNU memang kerap terjadi setiap kali Muktamar. Publik kini menunggu pengumuman resmi susunan pengurus lengkap dari Gus Kikin.

(Uday)

error: Content is protected !!