Banyuwangi, SIBERNEWS.CO.ID – Suasana siang di kawasan Sungai Setail, tepatnya di Kedung Bendo, Dusun Jalen II, Desa Setail, Kecamatan Genteng, berubah menjadi kepanikan, Jumat (3/4/2026). Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) dilaporkan tenggelam saat mandi bersama teman-temannya.
Korban diketahui bernama Fais Nur Safaat (14), warga Dusun Polean, Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.
Peristiwa tragis itu bermula sekitar pukul 13.00 WIB, saat korban bersama lima rekannya datang ke lokasi untuk mandi di aliran sungai. Mereka memilih area Kedung Bendo yang dikenal memiliki kedalaman cukup tinggi.
Namun nahas, di tengah aktivitas tersebut, suasana mendadak berubah mencekam. Salah satu rekan korban panik setelah melihat Fais hilang dari permukaan air. Teriakan minta tolong pun pecah dan mengundang perhatian warga sekitar.
Sejumlah warga yang berada di lokasi, termasuk Daroji (45), pencari pasir setempat, langsung melakukan upaya pencarian secara manual. Kepanikan menyelimuti proses pencarian, mengingat kondisi dasar sungai yang tidak merata dan cukup dalam.
Sekitar pukul 14.00 WIB, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sekitar enam meter dari titik awal dilaporkan tenggelam.
Petugas dari Polsek Genteng yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian. Bersama warga, petugas melakukan evakuasi korban serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Kapolsek Genteng, Kompol Edy Priswanto, S.Sos, menyampaikan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima informasi dari masyarakat.
“Kami bersama warga segera melakukan evakuasi dan memastikan penanganan berjalan dengan cepat. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan medis, korban dinyatakan meninggal dunia murni akibat kecelakaan tenggelam.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sungai. Mengingat beberapa titik memiliki kedalaman dan kondisi yang cukup berbahaya,” tegasnya.
Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban kemudian langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan.
Situasi di lokasi kejadian dilaporkan berlangsung aman dan kondusif. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan di area perairan terbuka yang berisiko.(Herman)








