JEMBER, SIBERNEWS.CO.ID – Seorang perempuan berinisial SS, yang berasal dari Desa Karangmelok, Kecamatan Tamanan, Bondowoso, diduga menjadi korban pembegalan di Desa Plerean, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 18.10 WIB.
Korban dilaporkan mengalami kondisi tidak sadarkan diri dan mendapat perawatan medis di Puskesmas Cemedak.
Informasi yang dihimpun dari seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan, peristiwa tersebut diduga bermula dari perkenalan korban dengan seseorang melalui media sosial Facebook.
Menurut sumber tersebut, korban kemudian membuat janji untuk bertemu dengan orang yang dikenalnya melalui platform tersebut.
Namun, dugaan keterkaitan pertemuan itu dengan peristiwa yang menimpa SS masih perlu dipastikan.
Informasi mengenai perkenalan melalui Facebook tersebut bukan berasal dari keterangan resmi kepolisian dan belum dapat dikonfirmasi secara independen.
SS diketahui merupakan perempuan kelahiran Desa Karangmelok, Kecamatan Tamanan. Meski berasal dari Bondowoso, saat ini korban menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) Situbondo karena mengikuti domisili suaminya.
Berdasarkan informasi awal, korban selama ini tinggal bersama suaminya di Kabupaten Situbondo.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti tujuan korban berada di wilayah Kecamatan Sumberjambe, termasuk kronologi lengkap dugaan tindak kekerasan yang dialaminya.
Kondisi korban yang dilaporkan belum sadarkan diri juga membuat keterangan langsung darinya belum dapat diperoleh.
Polisi Lakukan Olah TKP
Kanit Reskrim Polsek Sumberjambe, Aipda Andy Yunus, mengatakan polisi masih melakukan penanganan awal dengan memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari petunjuk terkait peristiwa tersebut.
Menurut Andy, korban belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam kondisi tidak sadarkan diri. Selain itu, penyelidikan menghadapi kendala karena minimnya saksi di sekitar lokasi kejadian.
“Kami masih melakukan olah TKP karena korban kondisi tidak sadarkan diri atau pingsan sehingga belum bisa dimintai keterangan, dan minimnya saksi karena korban sendirian serta TKP sepi jauh dari permukiman penduduk,” ujarnya.
Polisi masih menghimpun informasi dan mencari petunjuk untuk mengetahui secara pasti peristiwa yang dialami korban.
Keterangan SS diharapkan dapat membantu penyidik menyusun kronologi kejadian setelah kondisi kesehatannya memungkinkan untuk diperiksa.
Sementara itu, dugaan bahwa korban menjadi sasaran pelaku setelah bertemu kenalan dari Facebook masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. Kepastian mengenai motif, kronologi, serta pihak yang bertanggung jawab menunggu hasil penyelidikan kepolisian.(Red.)


