BANYUWANGI, SIBERNEWS.CO.ID– Deretan kios yang tertata rapi, lorong pasar yang lapang, serta ornamen budaya Osing yang menghiasi hampir setiap sudut bangunan menjadi pemandangan yang menyambut kedatangan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat meninjau Pasar Banyuwangi, Jumat (10/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda kerja pemerintah pusat untuk memastikan berbagai proyek strategis yang telah dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Di Banyuwangi, perhatian Gibran tertuju pada Pasar Banyuwangi yang telah rampung dibangun dan segera dioperasikan sebagai pusat perdagangan rakyat sekaligus destinasi wisata baru.
Didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta jajaran kementerian terkait, Gibran menyusuri berbagai area pasar mulai dari bagian depan bangunan, lorong kios, area los, hingga zona perdagangan yang telah disiapkan untuk para pedagang.
Di sela peninjauan, Gibran tampak beberapa kali berhenti untuk memperhatikan detail bangunan dan berbincang langsung dengan para pedagang yang nantinya akan menempati pasar tersebut. Kepada para pedagang, ia menyampaikan harapannya agar keberadaan pasar baru mampu meningkatkan aktivitas ekonomi dan mendatangkan lebih banyak pembeli.
“Selamat, ya, pasarnya sudah bagus. Semoga tambah ramai,” ujar Gibran.
Pujian tersebut bukan tanpa alasan. Pasar Banyuwangi hadir dengan konsep yang berbeda dibandingkan pasar tradisional pada umumnya. Selain mengedepankan fungsi perdagangan, bangunan pasar juga dirancang sebagai ruang publik yang nyaman dengan mengangkat identitas budaya lokal.
Nuansa khas Suku Osing sebagai masyarakat asli Banyuwangi tampak kuat melalui berbagai ornamen yang menghiasi bangunan. Sentuhan budaya tersebut menjadi simbol bahwa modernisasi infrastruktur tidak harus menghilangkan akar tradisi yang telah lama hidup di tengah masyarakat.
Menurut Gibran, konsep bangunan semi terbuka yang diterapkan membuat suasana pasar terasa lebih nyaman. Sirkulasi udara yang lancar dinilai mampu mengurangi kesan pengap yang selama ini sering menjadi keluhan di banyak pasar tradisional.
“Arsitekturnya bagus. Bangunannya open space sehingga tidak pengap. Menurut saya Pasar Banyuwangi yang paling bagus dibandingkan pasar lain yang sudah direvitalisasi,” ungkapnya.
Meski memberikan apresiasi, Wapres tetap menyoroti beberapa detail teknis yang perlu disempurnakan sebelum pasar resmi diserahterimakan kepada pemerintah daerah. Ia meminta kabel-kabel yang masih terlihat kurang rapi segera dibenahi dan area lantai dibersihkan secara menyeluruh agar siap digunakan masyarakat.
Pasar Banyuwangi sendiri dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan nilai anggaran sekitar Rp152 miliar. Berdiri di atas lahan seluas 10.600 meter persegi, pasar ini memiliki dua bangunan utama yang menampung 397 kios dan 356 los.
Penataan kawasan pasar dibagi menjadi tiga zona utama, yakni pasar basah, pasar kering, dan area kuliner. Pembagian tersebut diharapkan mampu menciptakan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung sekaligus meningkatkan efisiensi aktivitas perdagangan.
Bupati Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya memandang pasar sebagai tempat transaksi jual beli. Lebih dari itu, Pasar Banyuwangi dirancang sebagai “Pasar Wisata” yang dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.
Melalui konsep tersebut, para pedagang akan dikelompokkan berdasarkan jenis dagangannya sehingga memudahkan pengunjung mencari kebutuhan sekaligus menikmati suasana pasar yang tertata. Ke depan, kawasan pasar juga diproyeksikan menjadi ruang penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya, ekonomi kreatif, hingga event promosi produk lokal.
“Karena berkonsep pasar wisata, pasar ini juga nantinya diharapkan menjadi tempat penyelenggaraan berbagai event ke depannya,” kata Ipuk.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, I Gusti Agung Aris Wibawa, memastikan pembangunan fisik pasar telah mencapai 100 persen. Saat ini proyek masih memasuki masa pemeliharaan dan penyempurnaan akhir sebelum proses serah terima kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dilakukan.
Keberadaan Pasar Banyuwangi diharapkan menjadi simbol transformasi pasar rakyat yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi etalase budaya daerah. Dengan wajah baru yang lebih modern, nyaman, dan representatif, pasar ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal sekaligus memperkuat posisi Banyuwangi sebagai daerah yang berhasil memadukan pembangunan dengan pelestarian budaya.(HERMAN).








