MAGETAN, SIBERNEWS.CO.ID – Rencana pembangunan kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Kabupaten Magetan dinilai menjadi salah satu investasi strategis yang berpotensi mengubah wajah daerah, tidak hanya di sektor pendidikan, tetapi juga ekonomi, lapangan kerja, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). (23/7/2026).
Selama bertahun-tahun, ribuan lulusan SMA dan SMK asal Magetan harus merantau ke Surabaya, Malang, Solo, Yogyakarta, maupun Madiun untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Tidak sedikit di antaranya yang akhirnya mengubur impian kuliah karena tingginya biaya hidup di luar daerah.
Kehadiran kampus Unesa di Magetan diyakini akan menjadi solusi nyata. Akses pendidikan tinggi akan semakin dekat, biaya yang harus ditanggung masyarakat lebih ringan, sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk meraih pendidikan berkualitas tanpa meninggalkan kampung halaman.
Komitmen kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Magetan dan Unesa juga telah mulai terlihat. Pada tahun 2026, sebanyak 21 guru di Magetan memperoleh beasiswa S2 dan S3 melalui kerja sama dengan Unesa sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
UMKM Diprediksi Menjadi Sektor yang Paling Diuntungkan
Guru sekaligus pemerhati pendidikan, Supriyoko, menilai kehadiran kampus Unesa akan membawa efek berganda bagi perekonomian masyarakat.
“Hebat kalau kampus Unesa bisa berdiri lagi di Magetan. Dampaknya pasti luar biasa. Coba saja kalau malam ke Unesa Kampus 5 di Jalan Barat, tidak pernah sepi masyarakat yang datang untuk kuliner maupun mencari tempat kos,” ujarnya.
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan data tahun 2026 di kawasan Maospati dan sekitarnya, ekosistem penunjang aktivitas mahasiswa sebenarnya sudah mulai terbentuk, di antaranya:
184 rumah kos dengan 1.452 kamar.
238 pedagang kaki lima.
125 rumah makan.
57 usaha laundry.
57 pedagang sayur.
38 salon dan barbershop.
Jika ribuan mahasiswa nantinya menetap di Magetan, permintaan terhadap tempat tinggal, makanan, transportasi, jasa laundry, hingga berbagai layanan lainnya diperkirakan akan meningkat signifikan. Kondisi ini menjadi peluang emas bagi pelaku UMKM untuk berkembang.
Kelurahan Mranggen bahkan menjadi contoh nyata pesatnya pertumbuhan kawasan penunjang pendidikan. Dalam kurun waktu satu tahun, jumlah rumah kos meningkat dari 32 menjadi 63 unit, sementara jumlah kamar kos bertambah dari 199 menjadi 380 kamar.
Ribuan Peluang Kerja Baru Berpotensi Tercipta
Selain menggerakkan roda ekonomi masyarakat, pembangunan kampus juga diperkirakan akan membuka berbagai lapangan kerja baru.
Kebutuhan tenaga pendidik, staf administrasi, petugas keamanan, kebersihan, katering, transportasi, hingga sektor jasa lainnya akan ikut meningkat seiring berkembangnya kawasan pendidikan.
Dalam jangka panjang, kawasan sekitar kampus berpotensi tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang mampu menarik investasi, meningkatkan nilai properti, sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Magetan Menuju Kota Pendidikan
Selama ini Magetan dikenal sebagai daerah wisata dengan ikon Telaga Sarangan serta sektor pertanian yang kuat. Namun, hadirnya kampus Unesa membuka peluang lahirnya identitas baru sebagai kota pendidikan di wilayah barat Jawa Timur.
Apabila rencana pembangunan kampus tersebut benar-benar terealisasi, manfaatnya diperkirakan akan dirasakan lintas generasi. Kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga pusat inovasi, inkubator lahirnya sumber daya manusia unggul, penggerak ekonomi rakyat, sekaligus fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Dengan demikian, pembangunan kampus Unesa di Magetan bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, melainkan sebuah investasi jangka panjang yang berpotensi menciptakan masyarakat yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera.
(Rif)








