banner 728x250

Sosok Arsal Sahban Terpilih Kategori Orang Berpengaruh Di Lumajang

LUMAJANG,SIBERNEWS.CO.ID – Komunitas sejarah dan budaya independen Juru Lamadjang merilis hasil riset mengenai tokoh-tokoh yang dinilai berpengaruh dalam perjalanan sejarah Kabupaten Lumajang. Riset tersebut memuat nama-nama yang dianggap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sejak era klasik abad ke-13 hingga masa Reformasi.
Salah satu nama yang menjadi perhatian dalam kategori Era Reformasi hingga Sekarang adalah Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.H., M.M., yang pernah menjabat sebagai Kapolres Lumajang pada periode 2018–2019.
Menurut tim peneliti, Arsal Sahban merupakan satu-satunya tokoh dalam daftar tersebut yang bukan berasal dari Lumajang. Ia diketahui berasal dari Kalosi, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, namun dinilai memiliki pengaruh yang masih diingat masyarakat selama bertugas di Kabupaten Lumajang.
Penilaian Berdasarkan Lima Indikator
Juru Lamadjang menjelaskan bahwa penyusunan daftar tokoh dilakukan melalui riset opini dengan menggunakan lima indikator penilaian, yakni rekam jejak pengabdian, kredibilitas, jaringan sosial, kemampuan memengaruhi opini publik, serta dampak nyata yang masih dirasakan masyarakat.
Selain mengkaji dokumen dan arsip sejarah, tim peneliti juga melakukan wawancara langsung kepada masyarakat di sejumlah wilayah sebagai sampel penelitian.
Salah seorang peneliti, Perdana Anugrah, mengatakan nama Arsal Sahban kerap muncul dalam diskusi bersama warga ketika pembahasan mengarah pada situasi keamanan daerah.
“Kami mencoba menggunakan ukuran penilaian yang seobjektif mungkin. Ketika kami turun ke lapangan dan berdiskusi langsung dengan warga di beberapa wilayah sampel, nama Bapak Arsal Sahban muncul begitu saja, terutama saat pembicaraan menyentuh soal keamanan,” ujarnya.
Menurut Perdana, sebagian warga menyampaikan bahwa mereka masih mengingat masa kepemimpinan Arsal Sahban karena merasa situasi keamanan saat itu lebih kondusif.
Data BPS
Dalam rilisnya, Juru Lamadjang juga mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang mengenai jumlah tindak pidana yang tercatat setiap tahun.
Berdasarkan data tersebut, jumlah tindak pidana pada 2019 tercatat sebanyak 312 kasus, lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya maupun beberapa tahun setelahnya.
Data yang dipublikasikan mencatat:
2016: 501 kasus
2017: 549 kasus
2018: 676 kasus
2019: 312 kasus
2020: 356 kasus
2021: 589 kasus
2022: 1.378 kasus
2023: 1.402 kasus
2024: 1.194 kasus
Meski demikian, data tersebut menunjukkan jumlah tindak pidana yang tercatat setiap tahun dan tidak secara langsung membuktikan hubungan sebab akibat antara perubahan angka kriminalitas dengan kepemimpinan seseorang. Penilaian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kondisi keamanan memerlukan kajian yang lebih luas.
Dikenang Lewat Tim Cobra
Dalam penelitiannya, Juru Lamadjang menyebut salah satu kebijakan yang paling banyak diingat masyarakat pada masa kepemimpinan Arsal Sahban adalah pembentukan Tim Cobra yang saat itu difokuskan pada penanganan kejahatan jalanan, pencurian ternak, dan aktivitas tambang pasir ilegal.
Tim peneliti menilai langkah tersebut menjadi salah satu alasan mengapa nama Arsal Sahban masih sering disebut warga dalam diskusi mengenai keamanan daerah.
Respons di Media Sosial
Setelah daftar tokoh berpengaruh dipublikasikan melalui akun Instagram Juru Lamadjang, sejumlah warganet memberikan tanggapan di kolom komentar. Beberapa di antaranya menyampaikan apresiasi serta mengenang masa kepemimpinan Arsal Sahban ketika menjabat Kapolres Lumajang.
Menanggapi masuknya namanya dalam daftar tersebut, Arsal Sahban menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Lumajang.
“Saya merasa sangat terhormat bisa dianggap sebagai bagian dari tokoh yang berpengaruh di Kabupaten Lumajang. Ini adalah pengingat bahwa apa yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh, betapapun singkatnya, bisa meninggalkan kesan yang melampaui waktu. Lumajang akan selalu punya tempat tersendiri di hati saya,” katanya.
Saat ini Arsal Sahban bertugas sebagai Kasubdit II/Perbankan Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri. Ia juga tercatat sebagai salah satu kandidat tiga besar dalam Hoegeng Awards 2026 untuk kategori Polisi Berintegritas.
Daftar Tokoh Era Reformasi
Dalam riset tersebut, Juru Lamadjang membagi tokoh berpengaruh ke dalam lima periode sejarah. Untuk kategori Era Reformasi hingga Sekarang, nama-nama yang tercantum meliputi A. Fauzi, Sjahrazad Masdar, Thoriqul Haq, Indah Amperawati, Agus Yudha Wicaksono, Umar Bashor, H. Rofik, Anang Ahmad, Arsal Sahban, Kaji Sing, Setiadi L. Halim, Dandhy D. Laksono, Habib Alwi Almuhdor, dan Wira Dharma.
Juru Lamadjang menyatakan bahwa daftar tersebut merupakan hasil riset komunitas berdasarkan metodologi yang telah ditetapkan dan dimaksudkan sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan tokoh-tokoh yang dinilai memiliki pengaruh dalam perjalanan sejarah Lumajang. Penilaian tersebut merupakan hasil penelitian komunitas dan dapat berkembang seiring adanya kajian maupun perspektif lain.

error: Content is protected !!