SITUBONDO, SIBERNEWS.CO.ID- RSUD Asembagus membuat gebrakan di ujung timur Situbondo. Rumah sakit milik Pemkab Situbondo ini menggelar inovasi layanan bertajuk Diabetes Care Day (DCD) dengan tema besar “Peduli Diabetes, Hidup Lebih Berkualitas”.
Kegiatan dilaksanakan Sabtu, 24 Oktober 2026, Pukul 09.00 WIB sampai selesai, di Gedung Rawat Jalan RSUD Asembagus. Informasi ini tertuang dalam pamflet resmi RSUD Asembagus yang beredar di media sosial.
RSUD Asembagus mengusung semangat BerAKHLAK, Melayani Bangsa, dan Situbondo Naik Kelas. Tagline kampanyenya tegas: “Cegah Diabetes Mulai dari Sekarang”.
“Diabetes adalah silent killer. Melalui Diabetes Care Day ini, kami ingin masyarakat lebih peduli, lebih tahu cara mencegah, dan hidup lebih berkualitas,” ujar Direktur RSUD Asembagus Zainul Fatah, S.Kep.Ners.
Tidak tanggung-tanggung, 6 layanan disiapkan secara gratis untuk warga:
1. Pemeriksaan Tekanan Darah – deteksi dini hipertensi sebagai komplikasi diabetes.
2. Pemeriksaan Gula Darah – cek kadar gula darah sewaktu, alat glucometer dengan target sehat 100 mg/dL.
3. Pemeriksaan Berat Badan – kontrol berat badan ideal sebagai kunci pencegahan diabetes.
4. Senam Kaki Diabetes – senam khusus untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah luka kaki diabetik.
5. Penyuluhan Gizi – edukasi pola makan sehat, piring gizi seimbang.
6. Pemberian PMT (Snack Sehat) – makanan tambahan sehat untuk peserta.
Konsepnya ideal. Deteksi dini, edukasi gizi, dan senam pencegahan kaki diabetik dalam satu paket di gedung rawat jalan. Ini cara RSUD Asembagus mendobrak kebiasaan buruk masyarakat yang hanya datang ke rumah sakit saat sudah sakit.
Di Balik 6 Layanan Gratis, Publik Menagih Keberlanjutan
Namun, di balik program tersebut, ada pekerjaan rumah yang menanti RSUD Asembagus.
Diabetes adalah penyakit kronis yang tidak selesai dengan sekali cek gula darah gratis. Data menunjukkan prevalensi diabetes di Jawa Timur terus naik, terutama di wilayah pesisir dengan pola konsumsi tinggi gula dan rendah aktivitas fisik.
Pertanyaan publik sederhana: setelah warga dicek dan diketahui gula darahnya di atas 200 mg/dL, apakah RSUD Asembagus siap memberikan layanan lanjutan? Apakah obat diabetes tersedia lengkap? Apakah dokter spesialis penyakit dalam stand by setiap hari, atau warga tetap harus dirujuk 30 kilometer ke rumah sakit di pusat jantung kota?.
Inovasi Diabetes Care Day ini akan menjadi seremonial jika berhenti pada hari ini saja. Ia akan menjadi transformasi layanan jika dijadikan program rutin, misalnya klinik diabetes setiap Sabtu, atau program Prolanis BPJS yang berjalan mingguan, bukan tahunan.
RSUD Asembagus juga perlu menjawab tantangan akses. Sosialisasi melalui Media Siber, Media Massa, hingga Media Sosial Instagram, TikTok, dan Facebook sudah dilakukan. Namun, masyarakat di sekitar Asembagus, Banyuputih, dan Jangkar yang paling rentan diabetes karena minim edukasi gizi, justru jarang membuka Instagram. Mereka butuh jemput bola, bukan hanya menunggu di gedung rawat jalan.
Enam agenda gratis ini adalah langkah awal yang patut diapresiasi. Pemberian snack sehat dan senam kaki diabetes menunjukkan RSUD Asembagus mulai peduli pada aspek promotif dan preventif, bukan hanya kuratif.
Kini publik menunggu langkah keduanya. Apakah setelah Diabetes Care Day 24 Oktober 2026 ini, RSUD Asembagus akan membuka layanan konsultasi gizi gratis setiap hari? Apakah data hasil skrining hari ini akan ditindaklanjuti menjadi database pasien diabetes kronis?.
Jika ya, maka klaim Situbondo Naik Kelas di bidang kesehatan bukan sekadar slogan di pamflet. Jika tidak, maka program ini hanya akan menjadi tasyakuran inovasi.
Warga Situbondo dipersilakan hadir di Gedung Rawat Jalan RSUD Asembagus untuk membuktikannya sendiri.
(Uday)








