SITUBONDO, SIBERNEWS.CO.ID- Panitia Pelaksana Launching PGRI Power Situbondo menyampaikan hak klarifikasi atas pemberitaan media siber berjudul “Ironi Launching PGRI Power Situbondo, Ratusan Guru Kepanasan dan Pengap, Lampu Padam Saat Materi Dimulai”. Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan kronologi kegiatan serta durasi gangguan listrik yang terjadi saat acara berlangsung.
Ketua Pelaksana Launching PGRI Power Situbondo, Fita Ariyani, S.Pd., M.Pd., melalui keterangan resminya menyampaikan sejumlah poin koreksi berdasarkan keterangan panitia dan pihak yang berada di lokasi. Pihaknya berharap hak jawab tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih utuh, objektif, dan berimbang kepada masyarakat, Jum’at (23/10/2026).
Dalam klarifikasinya, panitia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah dan Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Zeiniye. Kehadiran kedua tokoh tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan launching yang diselenggarakan oleh PGRI Situbondo.
Menurut keterangan panitia, Wakil Bupati Situbondo tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB. Sementara itu, rangkaian acara dimulai sesuai jadwal, yakni pukul 09.00 WIB.
Panitia menegaskan bahwa rangkaian pembukaan hingga jamuan makan berlangsung lancar. Pada tahap awal kegiatan tersebut, menurut klarifikasi penyelenggara, tidak terjadi gangguan listrik sebagaimana yang menjadi sorotan dalam pemberitaan sebelumnya.
Terkait peristiwa padamnya lampu, Fita menjelaskan bahwa gangguan tersebut bukan disebabkan oleh pemadaman aliran listrik dari PLN. Panitia menyebut kendala terjadi akibat beban listrik berlebih atau overload yang menyebabkan perangkat pengaman listrik berupa MCB turun.
Gangguan teknis itu, berdasarkan keterangan panitia, terjadi setelah rangkaian pembukaan dan jamuan makan, atau sekitar dua jam sejak kegiatan dimulai. Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan kronologi kejadian agar pembaca dapat memahami waktu terjadinya gangguan secara lebih proporsional.
Panitia juga mengoreksi persepsi mengenai durasi padamnya listrik. Dalam keterangan resminya, penyelenggara menyatakan bahwa gangguan tersebut hanya berlangsung selama belasan detik, bahkan diperkirakan hanya dalam hitungan detik, sebelum kondisi kembali normal.
Atas dasar itu, panitia meminta agar durasi gangguan listrik tersebut turut diverifikasi dan dicantumkan secara akurat. Menurut penyelenggara, penjelasan mengenai waktu dan lamanya gangguan diperlukan agar informasi yang diterima publik tidak menimbulkan kesan bahwa pemadaman berlangsung lama atau melumpuhkan seluruh rangkaian kegiatan.
Selain menjelaskan kronologi gangguan listrik, panitia turut menyampaikan informasi mengenai fasilitas di Aula Gedung PGRI Situbondo yang digunakan sebagai lokasi acara. Berdasarkan keterangan penyelenggara, aula tersebut dilengkapi 10 unit AC dinding, delapan unit AC berdiri, dan 10 unit kipas angin. Panitia juga menyebut tersedianya genset sebagai fasilitas pendukung.
Poin lain yang menjadi perhatian panitia adalah penggunaan kalimat “Pantauan Sibernews.co.id di lokasi…” dalam pemberitaan sebelumnya.
Terkait hal tersebut, Sibernews.co.id yang merupakan Kabiro Situbondo memang berada di lokasi kegiatan saat acara berlangsung dan dapat dipertanggungjawabkan, tetapi melakukan konfirmasi kepada pihak terkait melalui pesan WhatsApp hingga pukul 16.25 wib.
Panitia berharap proses konfirmasi tersebut turut diperhatikan dalam evaluasi pemberitaan, terutama terkait substansi keterangan yang diminta dan informasi yang diperoleh dari pihak penyelenggara. Klarifikasi ini dimaksudkan untuk memperjelas proses komunikasi antara wartawan dan panitia, bukan untuk menyatakan bahwa wartawan yang bersangkutan tidak hadir atau tidak melakukan peliputan di lokasi.
Melalui klarifikasi yang disampaikan panitia ini, pihaknya juga berharap informasi mengenai kronologi gangguan listrik, durasi padamnya lampu, serta kondisi fasilitas aula dapat disajikan secara proporsional. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami peristiwa berdasarkan keterangan dari pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan kegiatan.
PGRI Situbondo menegaskan tetap menghormati kebebasan pers serta peran media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Kritik terhadap penyelenggaraan kegiatan publik merupakan bagian dari ruang evaluasi, dengan tetap memperhatikan akurasi informasi, verifikasi fakta, dan prinsip keberimbangan.
Selanjutnya, panitia berharap setiap pemberitaan mengenai kegiatan Launching PGRI Power Situbondo turut mempertimbangkan kronologi kejadian, durasi gangguan listrik, kondisi fasilitas, serta keterangan pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan peristiwa.
Melalui klarifikasi ini, PGRI Situbondo berharap polemik pemberitaan mengenai launching PGRI Power dapat disikapi dengan baik demi transparansi kepada publik.
(Uday)


