banner 728x250

Majelis Adat Sunda Dorong Pendekatan Budaya dalam Pembangunan SDM dan Sinergi dengan BIN

JAKARTA, SIBERNEWS.CO.ID — Majelis Adat Sunda (MAS) mendorong penguatan pendekatan budaya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Irjen Pol (Purn.) Anton Charliyan dalam kegiatan silaturahmi Majelis Adat Sunda dengan Badan Intelijen Negara (BIN).

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol (Purn.) Anton Charliyan menyampaikan bahwa Majelis Adat Sunda merupakan salah satu wadah yang dibentuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai representasi masyarakat Sunda.

Menurut Anton Charliyan, masyarakat Sunda merupakan salah satu kelompok etnis dengan jumlah penduduk besar di Indonesia. Persebaran masyarakat Sunda juga tidak hanya berada di Jawa Barat, tetapi terdapat pula di wilayah Banten, DKI Jakarta, serta berbagai daerah lainnya di Nusantara.

Anton Charliyan menilai pendekatan budaya merupakan salah satu pola yang tepat dalam berbagai aspek pembangunan, khususnya pembangunan SDM.

“Pendekatan budaya atau cultural approach lebih mudah diterima masyarakat karena sifatnya universal dan lebih mengedepankan rasa, tidak hanya rasio semata,” ujar Anton Charliyan.

Ia menambahkan, Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman etnis, budaya, adat istiadat, dan tradisi. Karena itu, pembangunan masyarakat dinilai perlu memperhatikan karakteristik budaya masing-masing daerah.

Selain sebagai instrumen pembangunan, Anton Charliyan menilai kekuatan budaya dapat menjadi salah satu benteng dalam mencegah dan mengantisipasi berbagai paham yang berpotensi mengancam persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), seperti radikalisme, intoleransi, serta paham anarkis.

“Ke depan, pembangunan SDM diharapkan lebih memprioritaskan pendekatan budaya sesuai dengan karakter masyarakat di masing-masing wilayah,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Majelis Adat Sunda juga menyampaikan harapan adanya kerja sama yang konkret di lapangan antara BIN dan MAS Jawa Barat. Anton Charliyan menyebut jaringan Majelis Adat Sunda yang berada di berbagai wilayah Nusantara siap berkontribusi melalui komunitas-komunitas budaya apabila dibutuhkan dalam mendukung tugas-tugas di lapangan.

Sementara itu, Sestama BIN Letjen Rafael menyambut baik masukan yang disampaikan Majelis Adat Sunda. Menurutnya, kedatangan MAS menjadi pengingat penting bagi jajaran BIN mengenai perlunya pendekatan budaya dalam pelaksanaan tugas di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Kedatangan Majelis Adat Sunda ini mengingatkan kembali tugas-tugas BIN di lapangan untuk lebih memperhatikan pendekatan budaya, termasuk pendekatan kepada komunitas masyarakat, budaya, seni, serta adat dan tradisi setempat,” ujar Letjen Rafael.

Ia juga menyampaikan akan mengingatkan jajaran Kepala BIN Daerah (Kabinda) di berbagai wilayah mengenai pentingnya cultural approach dalam rangka pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, keberagaman Indonesia yang terdiri atas ribuan etnis, budaya, dan adat istiadat membutuhkan pola pendekatan yang sesuai dengan karakter masyarakat di setiap daerah.

“Memang perlu penguatan pendekatan budaya dalam pembangunan SDM di Indonesia,” katanya.

Sestama BIN juga menyambut baik ajakan Majelis Adat Sunda untuk membangun kerja sama dengan BIN. Menurutnya, hal tersebut akan ditindaklanjuti lebih jauh sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan silaturahmi kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bersama.

(Red)

error: Content is protected !!