Banyuwangi, SIBERNEWS.CO.ID – Ancaman peredaran gelap narkotika tidak lagi mengenal batas wilayah. Modus penyelundupan yang semakin berkembang menuntut seluruh aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah. Menjawab tantangan tersebut, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi bersama Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi menggelar audiensi strategis di Kantor BNNK Banyuwangi, Selasa (29/7/2026).
Pertemuan yang dipimpin Kepala BNNK Banyuwangi, Kombes Pol. Rachmat, S.H., S.I.K., M.M., dan Komandan Lanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan, S.T., M.Tr.Opsla., itu tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antar instansi. Lebih dari itu, audiensi tersebut menjadi forum konsolidasi untuk memperkuat benteng pertahanan Banyuwangi dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang dapat masuk melalui berbagai jalur, termasuk wilayah perairan.
Sebagai kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Jawa dan memiliki garis pantai yang panjang serta berbatasan langsung dengan jalur pelayaran yang cukup ramai, Banyuwangi memiliki posisi strategis yang tidak hanya memberikan keuntungan dari sisi ekonomi dan pariwisata, tetapi juga menyimpan potensi kerawanan terhadap berbagai tindak kejahatan lintas wilayah, termasuk penyelundupan narkotika.
Kondisi geografis tersebut menjadi perhatian serius kedua instansi. Sebab, jalur laut selama ini kerap dimanfaatkan oleh jaringan narkotika internasional maupun domestik untuk menghindari pengawasan di jalur darat. Oleh karena itu, penguatan sinergi antara BNNK Banyuwangi dan Lanal Banyuwangi dinilai menjadi langkah penting dalam mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan narkotika.
Dalam audiensi tersebut, berbagai agenda strategis dibahas secara mendalam. Mulai dari penguatan program edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat, peningkatan koordinasi dan komunikasi antar instansi, pertukaran informasi terkait potensi ancaman peredaran narkotika, hingga penguatan pengawasan kawasan pesisir dan perairan yang dianggap rawan dijadikan jalur distribusi barang terlarang.
Kepala BNNK Banyuwangi, Kombes Pol. Rachmat, menegaskan bahwa perang melawan narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum semata, melainkan memerlukan dukungan seluruh komponen bangsa.
Menurutnya, penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda, menghancurkan ketahanan keluarga, dan mengganggu stabilitas sosial masyarakat.
“Peredaran narkotika saat ini sudah menjadi kejahatan luar biasa atau extraordinary crime. Karena itu, penanganannya juga harus dilakukan secara luar biasa melalui kolaborasi yang kuat antari nstansi. Sinergi antara BNNK Banyuwangi dan Lanal Banyuwangi merupakan langkah strategis dalam memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika, khususnya terhadap potensi masuknya narkoba melalui jalur laut,” ujar Kombes Pol. Rachmat.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) tidak hanya diukur dari jumlah pengungkapan kasus, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menolak dan melawan penyalahgunaan narkoba di lingkungannya masing-masing.
Sementara itu, Komandan Lanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan, menegaskan bahwa TNI Angkatan Laut memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan wilayah perairan dari berbagai bentuk ancaman, termasuk penyelundupan narkotika.
Menurutnya, pengawasan laut tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan koordinasi dan pertukaran informasi yang cepat dan akurat antar instansi agar potensi ancaman dapat dideteksi sejak dini.
“Laut merupakan salah satu gerbang strategis yang harus dijaga bersama. Kami siap memperkuat sinergi dengan BNNK Banyuwangi dalam upaya pencegahan dan pengawasan. Dengan kerja sama yang solid, kami berharap dapat menutup celah yang berpotensi dimanfaatkan jaringan peredaran narkotika untuk masuk ke wilayah Banyuwangi,” tegas Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan.
Audiensi tersebut menghasilkan sejumlah kesepahaman penting yang akan menjadi dasar penguatan kerja sama ke depan. Selain mempererat hubungan kelembagaan, kedua instansi juga berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi operasional, memperkuat pertukaran informasi, serta mendorong berbagai kegiatan pencegahan yang melibatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam memerangi narkoba.
Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program nasional P4GN serta mewujudkan Banyuwangi Bersinar (Bersih dari Narkoba). Di tengah semakin kompleksnya modus peredaran narkotika, sinergi antar instansi dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga keamanan wilayah dan melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.
Melalui komitmen yang terus diperkuat, BNNK Banyuwangi dan Lanal Banyuwangi berharap mampu membangun sistem pengawasan yang lebih efektif, memperluas edukasi kepada masyarakat, serta memperkuat ketahanan sosial dalam menghadapi ancaman narkotika. Sebab perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama demi menjaga masa depan bangsa dan menciptakan Banyuwangi yang aman, sehat, serta produktif.
(Herman)








