SITUBONDO, SIBERNEWS.CO.ID- Kisah Ananda Krisna yang merupakan putra Bapak Imam, 42, penjual balon keliling asal Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Dawuhan, Situbondo, sedang ramai menjadi perbincangan publik karena ayahnya yang sempat datang ke sekolah hanya mampu membawa uang 200 ribu rupiah untuk menebus 1 stel seragam sekolahnya di SMP Negeri 1 Situbondo.
Imam sendiri sejak beberapa bulan terakhir jatuh sakit. Penghasilan yang biasanya pas-pasan, kini nyaris tak ada.
“Alhamdulillah doa-doa kami terijabah, anak kami Ananda Krisna bisa mengejar mimpinya lagi, meski harus berjuang lewat menjual balon-balon,” ujar Imam.
Kisah ini jadi pengingat. Bahwa di balik seragam baru, ada doa seorang ayah dan uluran tangan sesama. Pendidikan memang hak semua anak bangsa.
Kini, dari balon keliling, Ananda Krisna melangkah pasti ke bangku sekolah. Di tengah tantangan ekonomi, secercah harapan itu nyata. Dan cita-cita, resmi dilangitkan kembali.
(Uday)








