banner 728x250

TNI AL dan Pemkab Banyuwangi Garap 1.200 Hektare Kedelai, Buka Peluang Peningkatan Pendapatan Ribuan Petani

BANYUWANGI, SIBERNEWS.CO.ID – Program perluasan lahan kedelai seluas 1.200 hektare yang digagas TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tidak hanya ditujukan untuk mendukung swasembada pangan nasional, tetapi juga diharapkan menjadi pengungkit ekonomi bagi ribuan petani di wilayah selatan Banyuwangi.

Sebanyak 55 kelompok tani di Kecamatan Tegaldlimo dan Purwoharjo akan mengelola lahan kedelai tersebut dengan dukungan benih unggul dan alat mesin pertanian (alsintan). Program ini dinilai mampu membuka peluang peningkatan pendapatan petani sekaligus memperkuat perputaran ekonomi pedesaan.Minggu (2/8/2026).

Penanaman perdana secara simbolis dilakukan di Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo, Jumat (31/7/2026), yang dihadiri Wakil Komandan Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) V Brigjen TNI (Mar) Suwandi, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan, serta jajaran Forkopimda.

Brigjen TNI (Mar) Suwandi mengatakan, kedelai merupakan komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus menjadi bahan baku utama berbagai industri pangan seperti tempe dan tahu. Karena itu, peningkatan produksi dalam negeri dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor yang selama ini masih cukup besar.

“Kedelai merupakan komoditas strategis. Sinergi antara pemerintah, TNI AL, petani, dunia usaha, dan akademisi menjadi kunci untuk meningkatkan produksi nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung kepada petani,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, TNI AL menyalurkan bantuan 60 ton benih kedelai unggul kepada 55 kelompok tani. Bantuan itu terdiri dari varietas Grobogan sebanyak 44,25 ton dan varietas Baluran sebanyak 15,75 ton. Selain itu, petani juga menerima 10 paket alsintan untuk mendukung efisiensi budidaya dan menekan biaya produksi.

“Bagi petani, bantuan benih dan sarana produksi tersebut memiliki arti penting karena mampu mengurangi beban modal tanam yang selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam pengembangan komoditas kedelai.”terang Brigjen TNI (Mar) Suwandi

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menjelaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Tren peningkatan produksi kedelai dalam dua tahun terakhir menunjukkan bahwa komoditas tersebut memiliki prospek yang menjanjikan bagi petani.

Data Pemkab Banyuwangi mencatat, luas tanam kedelai pada tahun 2024 mencapai 3.040 hektare dengan produksi 6.153 ton. Pada tahun 2025 meningkat menjadi 3.917 hektare dengan produksi 7.932 ton. Sementara hingga 29 Juli 2026, luas panen telah mencapai 793 hektare dengan produksi sementara 1.586 ton dan diperkirakan terus bertambah seiring berlangsungnya musim tanam.

“Peningkatan produksi bukan hanya soal memenuhi kebutuhan pangan nasional, tetapi juga bagaimana petani mendapatkan keuntungan yang layak sehingga kesejahteraannya meningkat,” kata Mujiono.

Lebih lanjut, Pemkab Banyuwangi bersama Lanal Banyuwangi berkomitmen memperkuat tata niaga pascapanen agar hasil kerja petani tidak tergerus oleh permainan harga di tingkat tengkulak. Langkah tersebut dilakukan melalui pengawasan distribusi dan pemasaran hasil panen sehingga petani memiliki posisi tawar yang lebih baik.

Upaya ini dinilai sangat penting karena selama ini fluktuasi harga dan praktik ijon sering menjadi persoalan yang mengurangi keuntungan petani. Dengan adanya intervensi tata niaga yang lebih baik, petani diharapkan dapat menikmati hasil panen dengan harga yang lebih stabil dan menguntungkan.

Program pengembangan kedelai tersebut juga diyakini akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian desa. Mulai dari meningkatnya kebutuhan tenaga kerja pertanian, bertambahnya aktivitas perdagangan sarana produksi, hingga meningkatnya daya beli masyarakat di sekitar sentra pertanian.

“Dengan dukungan lahan yang luas, benih unggul, teknologi pertanian, serta jaminan tata niaga yang lebih baik, Banyuwangi optimistis dapat menjadi salah satu sentra produksi kedelai nasional sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi ribuan keluarga petani di wilayah selatan kabupaten tersebut.”pungkas Mujiono

Selain kegiatan pertanian, rangkaian acara juga diisi dengan bakti sosial berupa pembagian paket sembako dan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Kodaeral Tahun 2026.

(Herman)

error: Content is protected !!