banner 728x250

Eko Wisata hingga Vanili, ADM KPH Banyuwangi Barat Dorong Program Tepat Sasaran

BANYUWANGI, SIBERNEWS.CO.ID – Upaya membangun kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan hutan terus diperkuat. Hal ini tercermin dalam kunjungan jajaran Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat ke Rumah Kebangsaan Banyuwangi (RKB), Selasa (5/5/2026), yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat sinergi.

Rombongan KPH Banyuwangi Barat dipimpin langsung oleh Administratur Muklisin, S.Hut, didampingi Wakil Administratur Indra Gunawan, Kasi PPB Iwan Susanto, Kasi PE Sunardi, serta KS Hukum Kepatuhan Eko Hadi. Kehadiran mereka disambut Ketua RKB Hakim Said, S.H., bersama jajaran pengurus dan elemen lembaga di bawah naungannya, termasuk Garda Lestari.

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog strategis yang membahas sejumlah peluang kerja sama, mulai dari pengembangan eko wisata berbasis masyarakat, program penghijauan, hingga budidaya komoditas bernilai ekonomi seperti vanili di kawasan hutan.

Administratur KPH Banyuwangi Barat, Muklisin, menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan yang semakin kompleks.

“Pengelolaan hutan hari ini tidak bisa lagi berjalan secara sektoral. Dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas dan organisasi sosial seperti RKB. Kami ingin memastikan bahwa kelestarian hutan tetap terjaga, sekaligus membuka ruang peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan eko wisata dan budidaya tanaman seperti vanili merupakan langkah konkret yang berorientasi pada keberlanjutan.

“Eko wisata berbasis masyarakat dan pengembangan komoditas seperti vanili memiliki prospek besar. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar hutan, bukan hanya menjadi konsep,” tambahnya.

Muklisin juga menegaskan komitmen KPH Banyuwangi Barat untuk mengawal implementasi program agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kami tidak ingin berhenti pada tataran wacana. Harapannya, dari pertemuan ini lahir langkah nyata di lapangan, dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian utama dari solusi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua RKB Hakim Said menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bentuk keseriusan dalam membangun kolaborasi antara sektor kehutanan dan gerakan sosial.

“Kunjungan ini menjadi energi positif bagi kami. RKB siap menjadi ruang kolaborasi untuk mendorong program-program berbasis lingkungan yang melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Menurutnya, Garda Lestari yang berada di bawah naungan RKB akan menjadi motor penggerak dalam pelaksanaan program lingkungan yang telah dirancang bersama.

“Kami ingin memastikan gerakan ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan,” tandasnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dari kemitraan berkelanjutan antara KPH Banyuwangi Barat dan RKB, dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan. (Herman)

error: Content is protected !!