banner 728x250

PERPRES RI Budidaya Lobster Dalam Negeri Dan Luar Negeri Digodok, Balad Grup Fokuskan Suplai Pada 3 Provinsi

SITUBONDO, SIBERNEWS.CO.ID- Owner Founder Balad Grup HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau cicit Raja Champa, memfokuskan keperluan suplai lobster pada 3 Provinsi meskipun tetap bergerak di 7 Provinsi, hal ini dampak dari penataan ulang dan penerbitan PERPRES RI yang mengatur tentang budidaya lobster di dalam Negeri dan di luar Negeri, Senin (25/8/2025).

Presiden Republik Indonesia Jend. TNI. Purn. Prabowo Subianto per 1 Agustus 2025 memerintahkan Menteri KKP RI utk menghentikan sementara Ekspor BBL – Benih Bening Lobster ke Vietnam.

Per 1 Agustus 2025 Presiden RI memerintahkan dan MELARANG EKSPOR BBL dari Indonesia ke Vietnam meskipun 1 EKOR.

“Entah Siapa Orang Hebat yang bisa memberi Masukan pada Presiden RI sampai MAFIA LOBSTER STROKE & KENA SERANGAN JANTUNG,” Ujar Haji Lilur sapaan akrabnya.

Selanjutnya Presiden RI menyatakan, akan menata ulang aturan main EKSPOR BBL di bawah Otoritas Presiden RI melalui PERPRES – Peraturan Presiden bukan lagi di bawah aturan KEPMEN KKP. No. 7 Tahun 2024.

Beberapa hal sudah disampaikan dalam rangka penataan:

BACA JUGA :
Hampir Saja Bentrok Pembajak Sawah Dengan Warga Bugeman,Berikut Kronologinya

1. BLU Situbondo tidak lagi menangani Budidaya Lobster di luar Negeri (Ekspor ke Vietnam), sebagai gantinya akan dibuat satgas budidaya lobster.

2. Satgas budidaya lobster yang akan bernaung di bawah otoritas PERPRES RI akan terdiri dari lintas K/L – Kementerian dan Lembaga.

3. Lintas K/L tersebut adalah:

• KPK

• ⁠BPK

• ⁠TNI

• ⁠POLRI

• ⁠Kejagung

• ⁠Kemenkeu

• ⁠Kemenlu

• ⁠KKP

• ⁠Kemungkinan KEMENHAN

4. Kemenku akan membuat Rekening Khusus sebagai PNBP – Penerimaan Negara Bukan Pajak untuk dana setoran ekspor BBL.

• Tarif PNBP BBL nantinya hanya Rp. 2.000 per Ekor BBL

• ⁠Turun dari Rp. 3.000 per Ekor saat dikelola KKP via BLU Situbondo.

• ⁠Tidak ada lagi BIAYA OPERASIONAL BLU SITUBONDO sebesar Rp. 1.000 per Ekor.

• ⁠Tarifnya jadinya turun Rp. 2.000 per Ekor dibandingkan dengan saat masih dalam Otoritas KEPMEN. KKP No. 7 Thn 2024.

5. Proyeksi terbitnya PERPRES adalah Akhir Agustus.

BACA JUGA :
Pangdivif 2 Kostrad Sambut Kedatangan Panglima Divisi Infanteri ke-25 Angkatan Darat AS

6. ⁠Proyeksi mulai kembali beroperasinya Budidaya Lobster di Luar Negeri adalah Akhir September dan atau Awal Oktober.

7. Bandar Laut Dunia Grup – BALAD Grup sudah mempunyai Kuota Budidaya Luar Negeri (Vietnam) sebesar 1.000.000.000 / SATU MILIAR EKOR PER TAHUN.

8. Bandar Laut Dunia Grup – BALAD GRUP sedang mengkreasi suplai BBL di Indonesia sebesar 1.000.000.000 – SATU MILIAR EKOR PER TAHUN.

9. Bandar Laut Dunia Grup – BALAD Grup berharap kebutuhan suplai 1.000.000.000 – SATU MILIAR EKOR PER TAHUN dapat dipenuhi dari 7 Provinsi:

• DIY

• ⁠JATIM

• ⁠JABAR

• ⁠BANTEN

• ⁠LAMPUNG

• ⁠NTB

• ⁠NTT

10. Bandar Laut Dunia Grup – BALAD GRUP WAJIB menyeimbangkan keperluan pembelian dan keperluan suplai.

11. Sungguh alu dan memalukan apabila dapat Kuota Suplai 1.000.000.0000 – SATU MILIAR EKOR per tahun dari Vietnam namun ternyata gagal suplai.

12. Agar gagal suplai tidak terjadi, maka BALAD GRUP memfokuskan keperluan suplai pada 3 Provinsi meskipun tetap bergerak di 7 Provinsi.

BACA JUGA :
Satreskrim Polres Situbondo Gerak Cepat Tangkap Dua Pelaku Perampasan Tas dengan Senjata Tajam

13. 3 Provinsi Utama Suplai BBL BALAD GRUP adalah:

• DIY

• ⁠Jawa Barat

• ⁠Jawa Timur

Bagi Para Nelayan yang tertarik untuk bermitra dengan Bandar Laut Dunia Grup – BALAD GRUP bisa menguhubungi Haji Lilur WA:+84 39 632 4577

Bandar Laut Dunia Grup meyakini mampu membawa Indonesia menjadi Kiblat Baru Usaha Perikanan Budidaya Dunia.

Salam Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Demikian.

Terimakasih.

Salam.

HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy

Founder Owner

Bandar Laut Dunia Grup.

NELAYAN NUSANTARA

(Uday)

error: Content is protected !!