SITUBONDO, SIBERNEWS.CO.ID- Seorang pengusaha asal Lombok Timur NTB yang berdomisili di Pamekasan dan beristri orang Sumenep muncul sebagai eksportir rokok Madura pertama dan hingga kini satu-satunya yang berhasil menembus pasar Asia dan Eropa secara legal. Identitasnya sengaja tidak diungkap atas permintaan pribadi, namun perannya sebagai pionir terbukti lewat rekam jejak pabrik di Sumenep–Pamekasan serta merek yang sudah beredar di dalam negeri dan luar negeri, salah satunya (EXODUS), Minggu (1/3/2026).
Pertemuan Gus Lilur bermula dari keluhan soal keawaman mengekspor rokok yang disampaikan kepada pejabat Bea Cukai, dari situ, sosok tersebut diintroduksi. Dalam diskusi panjang di rumahnya di Pamekasan (berakhir pukul 23.55 WIB), ia membagikan pengetahuan praktis mulai dari tembakau, saos rokok, pabrik, hingga logistik ekspor. Ia menyoroti fakta bahwa meski Madura memiliki banyak pabrik rokok, hanya segelintir yang menembus pasar nasional, apalagi ekspor.
Momen kunci terjadi ketika rencana ambisius menjadi “pengusaha rokok terbesar di Asia” direspons dengan data pasar, jaringan distribusi yang sudah eksis di 9 negara Asia. Kedua belah pihak kemudian membuat (dealing usaha) bersama, membuka potensi perluasan pasar bagi produk-produk Madura.
Pengusaha tertutup ini menekankan pentingnya legalitas ekspor dan konsistensi mutu, sambil meminta namanya tidak dipublikasi. Perannya kini menjadi rujukan bagi pelaku industri rokok Madura yang ingin naik kelas dari pasar lokal ke rantai pasok global.
(Uday)


