Bondowoso, SIBERNEWS.CO.ID – Setelah libur lebaran, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonosuko, Tamanan, Bondowoso, kembali beroperasi pada Selasa (31/3/2026).
Kepala SPPG Wonosuko, Izzat abdi, mengatakan bahwa persiapan telah dilakukan sebelumnya agar operasional dapat berjalan lancar.
Dia menuturkan, masa libur lebaran dimanfaatkan untuk memastikan dapur tetap dalam kondisi bersih dan siap digunakan kembali.
“Untuk persiapannya sendiri, kita sama seperti pada yang sebelum-sebelumnya. Jadi kita melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum melakukan tahapan operasional kembali,” kata Izzat.
Hal itu, kata Izzat, sebagai bentuk komitmen “higienis” diwujudkan melalui sterilisasi peralatan dapur, seperti food tray atau ompreng, yang rutin dilakukan sebelum dan sesudah penggunaan.
“Kami memahami bahwa keamanan pangan dimulai dari dapur yang bersih. SPPG tidak hanya memasak, tapi mengawasi seluruh rantai pasok. Ahli gizi di SPPG memastikan menu yang disajikan memenuhi standar gizi seimbang—karbohidrat, protein hewani/nabati, sayuran,,” paparnya.
Izzat menuturkan, setiap makanan yang akan didistribusikan juga melalui uji organoleptik untuk memastikan kelayakan konsumsi.
“Untuk uji sampelnya itu biasanya sebelum dibagikan ada namanya organoleptik, jadi kalau semisal di organoleptik itu kan ada bau, tekstur, dan juga aroma yang tidak sedap, nah itu nanti kita bisa tarik kembali agar tidak didistribusikan,” jelasnya.
Pelaksanaan program MBG pasca Lebaran ini diharapkan dapat kembali memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah yang menjadi sasaran utama.
“Program ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung generasi sehat dan berkualitas melalui pemenuhan asupan gizi yang cukup dan seimbang,” ucap Izzat.
Sementara menu yang disajikan oleh SPPG Wonosuko perdana pasca libur lebaran yakni Ayam bumbu kecap, tahu lada garam, buah kelengkeng, tumis kembang kol dan wortel.
SPPG Wonosuko terus berupaya keras memberikan yang terbaik dalam penyajian MBG kepada penerima manfaat. Selain menu makanan yang bervariatif setiap harinya, kebersihan juga menjadi faktor utama yang terus dijaga.(*)


