SITUBONDO, SIBERNEWS.CO.ID- Kodim 0823 Situbondo memastikan pembangunan 76 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten Situbondo telah rampung 100 persen. Meski fisik bangunan selesai, gerai koperasi hingga kini belum beroperasi.
Hal itu disampaikan Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf Ferry Ardian dalam keterangannya kepada awak media, Rabu (21/10/2026).
Menurut Letkol Ferry, seluruh KDKMP telah menjalani dua kali verifikasi dan validasi (verval) untuk percepatan operasionalisasi. Verval pertama dilakukan oleh tim dari Kementerian Koperasi yang ditunjuk langsung, ketua adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Situbondo, beranggotakan Dinas PU, DPMD, dan leading sektor Dinas Koperasi.
“Verval kedua dilaksanakan dari Mabes TNI, terdiri dari para Pati (Perwira Tinggi) yang sudah diperintahkan untuk melaksanakan verval ke seluruh jajaran KDKMP. Kebetulan di Situbondo ada 2 tim,” ujar Letkol Ferry.
Dandim mengakui, temuan hasil verval langsung dicatat oleh tim, namun hingga saat ini belum ada tembusan resmi kepada Kodim.
“Sampai dengan saat ini belum ada tembusan resmi kepada Kodim, sehingga bisa dikonfirmasi ke Kadiskop Kabupaten Situbondo,” katanya.
Lahan 76 Titik Diklaim Clear and CleanÂ
Terkait status lahan, Dandim mengklaim 76 KDKMP yang sudah dibangun statusnya clear semua dan telah mendapatkan persetujuan. Lahan tersebut berasal dari Tanah Kas Desa (TKD), milik Pemda, lahan pertanian, bahkan ada yang lahan Perhutani.
Ia juga mengakui ada satu lahan yang sempat ada tuntutan dari Dinas Pendidikan, namun menurutnya lahan tersebut sudah inkrah sesuai pernyataan Sekda.
“Ada 1 lahan yang ada tuntutan lahan Dinas Pendidikan, namun klaim lahan tersebut sudah inkrah sesuai pernyataan Sekda,” kata Letkol Ferry Ardian.
Gerai Belum Ada Aktivitas, Manager Sudah Aktif 1 Oktober
Meski bangunan 100 persen jadi, Dandim tidak menampik bahwa kegiatan di gerai KDKMP sampai sekarang masih belum ada aktivitas.
“Karena masih dalam pemenuhan sarana prasarana dan selanjutnya barang komoditi yang ada di Torasera (Toko Raya Serba Ada). Manajer sudah aktif mulai tanggal 1 Oktober kemarin,” ungkapnya.
Untuk melengkapi sarpras, kata dia, masih menunggu pengiriman dari Agrinas yang dikirim langsung dari Jakarta. Bantuan tersebut berupa tong sampah dan lainnya.
KDKMP ini nantinya akan mendistribusikan hasil pertanian/perkebunan, peternakan, dan UMKM. Kepastiannya akhir bulan Oktober diperkirakan beroperasi.
Jaminan Tak Mangkrak Seperti KUD Orde Baru
Dandim Ferry menegaskan, pihaknya optimistis KDKMP tidak akan mangkrak seperti KUD-KUD di era Orde Baru. Ia menyebut kegagalan dalam merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan.
“Verval-verval itulah yang dilaksanakan dalam rangka percepatan operasionalisasi untuk mencari apakah ada kendala-kendala yang dioperasionalkan. Adapun terkait dengan jaminan KDKMP tersebut tidak akan mangkrak seperti KUD-KUD di Orde Baru, tentunya kita harus optimis dalam program nasional sukses dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Ia menambahkan, program ini direncanakan matang dengan semangat _saving the future_. Semua diharapkan bisa mendukung program strategis nasional.
“Jadi semua pihak bisa mendukung program strategis nasional KDKMP dengan dukungan soliditas dari lintas sektoral, Insyaallah pasti akan sukses. Tugas Kodim dalam hal ini hanya mengawal pembangunan, tentunya kebutuhan titik yang satu dengan yang lainnya bervariasi,” katanya.
Minta Media Jadi Solusi, Bukan Polusi
Di akhir keterangannya, Dandim berharap rekan-rekan media bisa menjadi solusi, bukan polusi. Ia meminta media memberikan sumbangan pemikiran positif kepada masyarakat.
“Kami berharap khususnya rekan-rekan media bisa menjadi solusi bukan polusi, maksudnya kita bisa memberikan sumbangan-sumbangan pemikiran yang positif di masyarakat. Provokatif yang dilemparkan bisa berbaur positif, pastinya tentu ada kontra, opini yang berbeda hal itu wajar dalam kehidupan bernegara itu semua tujuannya untuk membangun negara yang lebih bagus,” tutur Letkol Ferry.
Dandim juga menyebut, program KDKMP ke depan akan memutus mata rantai mafia yang merajalela selama ini. Menurutnya, dengan adanya KDKMP setiap desa akan berkompetisi secara sehat dengan komoditas unggulan desanya masing-masing, contohnya seperti tembakau dan tebu.
(Uday)








