Remaja Ditangkap Polisi, Saat Cat Ulang Velg Motor Hasil Curiannya

Lampung Selatan, SIBERNEWS.CO.ID – Rampas sepeda motor dan handphone korban, pemuda warga Sukabaru Kecamatan Penengahan Lampung Selatan yang bekerja sebagai buruh, diamankan Tekab 308 Presisi Polsek Penengahan. Kamis, 9 November 2023 pukul 21.30 Wib.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusrin membenarkan penangkapan pelaku yang berinisial H (19) warga Sukabaru Kecamatan Penengahan lantaran terlibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

“Pelaku H (19) bersama satu rekannya masih dalam pengejaran, memaksa korbannya untuk menyerahkan kendaraan dan handphone milik korban dengan menodongkan golok” jelas Kapolres AKBP Yusriandi.

BACA JUGA :  Kepala Desa Bakauheni Sukirno menghadiri Peresmian Pengrajin Sulam Kaligrafi AL Baraya ll

“Pelaku H (19) berhasil diringkus di salah satu rumah warga desa Sukabaru Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan saat sedang melakukan pembongkaran dan pengecatan velg kendaraan hasil curian tersebut” lanjutnya

Lebih lanjut Kapolres menerangkan, pelaku H (19) dan barang bukti satu unit kendaraan Vario 125 putih milih korban dan satu unit honda beat hitam putih yang digunakan pelaku berhasil diamankan di Polsek Penengahan.

BACA JUGA :  AKBP Bimo Ariyanto Pimpin Sertijab Beberapa Kapolsek, Berikut Pesannya

“Kejadian bermula saat pelaku bersama seorang rekannya yang masih DPO, berpura – pura kendaraannya habis bensin di jalan jalan lintas Sumatra tanjakan Buring Desa Sukabaru Kecamatan Penengahan Lamsel, menghentikan kendaraan korban S (15, pelajar) untuk dimintai tolong mendorong kendaraan pelaku. Kamis, 9 November 2023 pukul 15.30 Wib,” ungkap nya

BACA JUGA :  Kasat Narkoba Polres Bondowoso Pimpin Langsung Penangkapan Diduga Pelaku Edarkan Sabu

Kemudian Kapolres menambahkan, ditengah perjalanan korban diminta mengantar kerumahnya pelaku untuk mengambil uang membeli bensin, sesampainya di perkebunan yang sepi pelaku menodongkan sebilah pisau golok ke dada korban sambil meminta kendaraan dan handphone korban.

“Pelaku dijerat dengan pasal 365 ayat 1,2 KUHPidana dengan ancaman hukuman kurungan selama 12 (dua belas ) tahun,” pungkasnya (hms/deni)

error: Content is protected !!