Pemain Gobak Sodor Menjadi Terduga Pelaku Pencabulan Di Bondowoso, Anis Sanjaya : Dia Bukan Anggota Resmi Dan Berharap APH Menangkap Pelaku

BONDOWOSO, SIBERNEWS.CO.ID – Ketua Umum KORMI kab Bondowoso dan pelatih nasional Bondowoso Anis Sanjaya meminta aparat kepolisian melakukan upaya paksa menangkap pelaku kejahatan seksual pada bocah perempuan anak yatim piatu yang masih duduk di bangku sekolah SD di Kecamatan Sukosari,Bondowoso.

Anis berharap Gobak Sodor Yang sudah mewakili kabupaten Bondowoso dengan sering menjadi juara nasional tidak jelek dimata masyarakat hanya perbuatan orang biadab terserbut.

“Saya sangat berterima kasih Polres Bondowoso Sudah menetapkan tersangka pada yang bersangkutan mas dan merespon kasus rudapaksa yang saat ini ditangani oleh Polres Bondowoso”Jelasnya.Rabu,31/01/2024.

Anis Sanjaya Saat memimpin peserta Gobak Sodor Ikuti Ajang Pertandingan Nasional Di Bandung.(Dok.fot.SN.)

Anis menambahkan bahwa Pemain Gobak Sodor Sudah menjuarai di Madiun ostrad 2018,bantul potradnas 2019,Pasuruan pospeda 2019,Pasuruan pospeda 2019,Bandung pospenas 2019
Bandung pospenas 2019,Pacitan ostrad 2021,Surabaya piala pelajar 2021,Surabaya piala pelajar 2021,Palembang fornas2022,Palembang fornas 2022,Jabar potradnas 2023,Bandung fornas 2023,Bandung fornas 2023,Piala antar SMP jatim
Putra putri juara semua mas”Jelasnya.

Lebih lanjut, Anis menjelaskan, terkait penanganan hukum itu sudah menjadi wewenang Aparat Penegak Hukum (APH).dirinya menegaskan sejak dimulai turnamen Gobak Sodor Tahun 2018 Terduga Pelaku pencabulan memang tidak pernah terdaftar dia hanya pemain lokal kelas desa.

BACA JUGA :  Peringati Hari Pahlawan, Kodim 0822 Ikuti Upacara di Pemda Kab. Bondowoso

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang bocah yatim piatu, yang masih duduk di bangku sekolah SD Kelas VI di Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, diduga menjadi korban kejahatan seksual.

Terduga pelaku adalah RA warga Dusun Sukowangkit, Desa Sumber Gading, Kecamatan Sumber Wringin.

Demikian disampaikan Turyati Bibi korban pada media, Sabtu 20 Januari 2024.

Lebih lanjut, Turyati menjelaskan, korban diduga mengalami dan menjadi korban kejahatan seksual pada pertengahan Oktober 2023.

“Kasus itu terbongkar setelah tante korban menemukan bukti chat yang tak senonoh antara RSY terduga pelaku dengan korban,” ungkapnya.

Setelah dilakukan interogasi oleh tantenya, korban mengaku telah disetubuhi oleh RSY.

Memang RSY mengenal korban dari media sosial facebook. Kemudian dilanjutkan berkomunikasi lewat whatsapp.

Pada tantenya, korban mengaku, perbuatan tak senonoh RSY terjadi pertama kali saat melihat pertunjukan permainan olahraga tradisional gobak sodor di salah satu desa di Kecamatan Sokosari.

“Saat itu terduga pelaku juga merupakan salah satu pemain yang bertanding,” imbuhnya.

Dia memaparkan, korban ini 2 bersaudara. Korban anak bungsu, menjadi yatim piatu sejak berumur 4 tahun setelah kedua orang tuanya meninggal dunia karena sakit.

BACA JUGA :  Karyawan Perhutani KPH Bondowoso Mengikuti Pemeriksaan Kesehatan dan Pemberian Vaksin Boster-2

“Korban sejak umur 4 Tahun sudah ditinggal mati oleh kedua orang tuanya. Sejak sekolah PAUD sudah dengan tante dan bibinya,” ungkap Turyati.

Dia menerangkan, kejadian itu bermula saat korban melihat pertunjukan permainan olahraga tradisional gobak sodor di salah satu desa di Kecamatan Sokosari.

Di tengah asyiknya permainan gobak sodor, terduga pelaku keluar arena setelah pergantian pemain.

“Saat itu pula terduga pelaku juga sudah tahu korban ada di sana menjadi salah satu penontonnya,” imbuhnya.

Memanfaat situasi, terduga pelaku menyeret korban ke tempat sepi, ke semak-semak belukar kebun kopi. Di sana lah perbuatan bejat persetubuhan dilakukan RSY pada korban.

Persetubuhan itu dilakukan sembari mulutnya korban ditutup menggunakan tangannya oleh terduga pelaku.

Tak hanya cukup sampai di situ, di lain waktu, pelaku juga melakukan perbuatan tak senonoh yang kedua kalinya di tepi Sungai Dawuhan di desanya.

“Saya curiga melihat gelagat korban, sifatnya berubah, sering murung dan ada percakapan yang tak senonoh antara korban dengan pelaku. Usai ditanya, akhirnya dia (korban, Red) mengaku jika sudah disetubuhi SRY,” ujarnya.

Pasca kejadian itu korban sudah tidak mau datang dan masuk ke sekolahnya, karena malu pada teman-teman sekolahnya yang mengetahui kabar miring tentang aksi bejat yang menimpa korban.

BACA JUGA :  Tidak Mengenal Waktu dan Kondisi Kades Penanggungan Selalu Memberikan Pelayanan Maksimal Terhadap Warganya

Saat ini korban tinggal di Kabupaten Banyuwangi. Ia menerima mata pelajaran dari gurunya di sekolah hanya lewat sekolah online.

Turyati mengaku, setelah kejadian tersebut korban sempat mau melakukan percobaan bunuh diri, dengan cara mau melompat dari gedung lantai dua di sekolahnya. Namun aksi tersebut dapat digagalkan, karena ketahuan pihak guru sekolah.

Akhirnya, sekitar bulan Desember, Turyati melaporkan kasus tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polres Bondowoso.

“Kami melaporkan ke PPA Polres Bondowoso setelah anak angkat saya mengakui jika sudah disetubuhi oleh terduga pelaku,” ungkapnya.

Pada 30 November korban juga sudah diperiksa oleh Polres Bondowoso.

Bahkan, Turyati juga turut dimintai keterangan. Dirinya sudah diperiksa kurang lebih selama 7 kali oleh penyidik.

“Saya belum mendapatkan kabar bahwa pelaku sudah ditangkap,” terangnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Bondowoso melalui Kabag Humas Ipda Bobby Dwi Siswanto membenarkan bahwa kasus tersebut telah ditangani.

“Betul, kami sudah melakukan pendalaman, nanti jika sudah dilakukan gelar dan penetapan tersangka akan kami sampaikan,” pungkasnya. (Red)

error: Content is protected !!