Bondowoso, SIBERNEWS.CO.ID – Keamanan di area Puskesmas Grujugan, Bondowoso, kembali menjadi sorotan tajam. Puskesmas yang seharusnya menjadi tempat aman bagi warga mencari kesembuhan dan keluarga pasien yang menjenguk justru berubah menjadi lokasi rawan kriminalitas.
Baru-baru ini, dua motor warga hilang dalam waktu yang bersamaan diparkiran Puskesmas Grujugan pada malam hari. Saat itu warga sedang menjenguk keluarganya yang sedang dirawat inap.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pada Minggu (8/2/2026) malam, sekitar pukul 20:40, area parkir Puskesmas Grujugan memang tampak sangat terbuka tanpa pengawasan. Tidak terlihat adanya petugas keamanan khusus yang berjaga di depan, sistem pintu masuk dibiarkan terbuka, sehingga siapapun leluasa masuk ke area parkir.
Salah satu warga yang sedang menunggu keluarganya di Puskesmas Grujugan mengatakan, bahwa memang tidak ada penjagaan.
“Tidak ada yang jaga (diarea parkir.red) dibiarkan, kami jaga sendiri,” ujar warga, pada Minggu (8/2/2026) malam.
Kondisi Puskesmas Grujugan yang seperti itu seolah terbuka bagi pelaku kriminalitas. Keadaan ini diperparah dengan sistem pengawasan elektonik yang tak aktiv seperti CCTV.
Informasi diperoleh dari sumber yang bertanggungjawab, menyebut bahwa CCTV di area parkir Puskesmas Grujugan error karena sambaran petir, CCTV itu mati saat insiden pencurian motor keluarga pasien terjadi.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Grujugan, Dokter Maria Ulfa, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApnya mengklaim bahwa CCTV ada dan penjagaan juga ada.
“CCTV ada, Petugas jaga malam ada,” kata Maria Ulfa.
Kendati begitu, CCTV ada namun error, sedangkan petugas penjaga malam barangkali ada, tapi tidak terlihat melakukan penjagaan atau pengawasan malam diarea parkir.
Sejumlah kalangan mempertanyakan kondisi keamanan Puskesmas Grujugan, apakah memang sengaja membiarkan adanya aksi kriminalitas atau kelalaian yang disengaja. (Red)








