SITUBONDO, SIBERNEWS.CO.ID- Ketua umum Netra Bakti Indonesia (NBI) Gus Lilur menuntut KPK untuk membuka secara transparan aliran dana korupsi kuota haji, Gus Lilur meyakini KPK dan PPATK pasti sudah memiliki bukti aliran dana ini, Sabtu (10/1/2026).
Cicit Ken Arok itu akan terus berperang, pada oknum-oknum yang memanfaatkan kuota ibadah haji yang seharusnya menjadi gak mutlak setiap jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci Mekkah.
“”Jika Yahya Cholil Staquf menerima aliran dana korupsi kuota haji, Para Kyai NU dan Seluruh Warga NU mempersilahkan KPK memeriksa Yahya Cholil Staquf,” tegas HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Ketum NBI Warga NU Anti Kyai Munafik.
Selanjutnya, ia akan terus memberikan dukungan terhadap KPK terkait penegakan hukum yang adil dan tidak tebang pilih.
Hingga berita ini dinaikkan, KPK belum memberikan pernyataan resmi terkait pembukaan aliran dana dugaan korupsi kuota haji, Sibernews masih berupaya menghubungi juru bicara KPK untuk mengklarifikasi hal tersebut.
(Uday)


