banner 728x250

MBG Jatuh ke Aspal, Dipungut Lagi Masuk Mobil: Masih Layak Konsumsi atau Harus Dibuang? SPPG Kotakan Situbondo Enggan Komentar

SITUBONDO, SIBERNEWS.CO.ID- Program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) diwarnai insiden memalukan di jantung Kabupaten Situbondo, Senin siang (20/10/2026).

Sebuah mobil box operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) – Badan Gizi Nasional – dari SPPG Kotakan Situbondo yang mengangkut ratusan ompreng makanan siswa, mengalami insiden hingga muatannya tumpah berserakan di tengah jalan, tepat di kawasan Alun-Alun Situbondo, depan Pendopo Rakyat.

Video yang diterima redaksi Sibernews.co.id memperlihatkan ratusan wadah makan stainless berantakan di aspal. Nasi, lauk, dan tutup ompreng tercecer.

Yang menjadi sorotan, makanan yang sudah jatuh ke aspal tersebut kemudian dipunguti kembali satu per satu oleh sejumlah orang, mulai dari petugas berseragam, petugas SPPG berbaju biru bertuliskan SPPG, hingga ibu-ibu berjilbab yang diduga guru, untuk dimasukkan kembali ke dalam rak mobil box.

Pertanyaan Higiene: Masih Layak Makan?

Insiden ini sontak memicu pertanyaan publik tentang standar keamanan pangan (food safety) program MBG.

Sesuai SOP Badan Gizi Nasional dan BPOM, makanan yang sudah terjatuh dan terkontaminasi langsung dengan permukaan jalan yang penuh debu, kuman, dan lainnya, tidak boleh lagi dikonsumsi dan harus dimusnahkan. Apalagi jika ompreng dalam kondisi terbuka.

Jika ompreng yang sudah memunguti debu aspal itu tetap didistribusikan ke sekolah-sekolah di Situbondo, maka risiko keracunan massal dan diare pada siswa sangat tinggi.

“Ini yang tumpah mau dikasihkan ke anak-anak lagi atau dibuang? Kalau dipungut dari aspal terus dikirim ke sekolah, itu bahaya,” ujar warga yang merekam kejadian.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala SPPG Kotakan Situbondo maupun Badan Gizi Nasional Kabupaten Situbondo.

Berapa jumlah pasti porsi yang tumpah? Apakah ratusan porsi yang sudah terkontaminasi aspal itu akan dimusnahkan sesuai SOP, atau tetap dipaksakan disalurkan demi mengejar target distribusi?.

Publik menunggu transparansi. Sebab program MBG adalah soal nyawa dan kesehatan anak, bukan soal mengejar jumlah porsi yang penting terkirim.

(Uday)

error: Content is protected !!