TRENGGALEK, SIBERNEWS.CO.ID– Gejolak harga energi dunia mulai menghantam sektor perikanan nasional. Kenaikan harga solar non subsidi sudah dirasakan para pengusaha perikanan tangkap skala besar dan menengah. Sementara itu, nelayan kecil kini mulai kesulitan mendapatkan solar subsidi meski harganya masih relatif stabil.
Anggota DPRRI Fraksi PKS dapil 7 Pacitan–Trenggalek,Magetan,Ngawi,Ponorogo,Riyono Caping turun langsung menemui nelayan di pesisir Trenggalek untuk menyerap aspirasi sekaligus memastikan kondisi di lapangan.
“Saya sudah cek langsung dan berdialog dengan para nelayan. Harga solar subsidi memang belum naik, tapi distribusinya harus tetap dijaga
Jangan sampai nelayan kecil kesulitan mendapat solar untuk melaut,” tegas Riyono.
Menurutnya, saat ini sebagian nelayan memang belum maksimal melaut karena faktor cuaca terang bulan dan ombak besar. Namun persoalan ketersediaan BBM subsidi tetap menjadi perhatian serius karena menyangkut keberlangsungan hidup jutaan keluarga nelayan.
Dalam catatan APBN, alokasi solar subsidi untuk nelayan di bawah 30 GT mengalami sedikit penurunan sekitar 1,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, alokasi solar subsidi mencapai 18,41 juta KL dengan realisasi 18,88 juta KL atau melebihi kuota yang disediakan. Sedangkan pada 2023, realisasi mencapai 17,62 juta KL dari alokasi 17,40 juta KL.
Riyono menegaskan, subsidi solar bukan sekadar bantuan, melainkan bentuk nyata kehadiran negara bagi rakyat kecil.
“Dengan subsidi Rp1.000 per liter, nelayan hanya membeli solar Rp6.800 per liter. Kalau tanpa subsidi, harganya bisa Rp7.800. Selisih itu sangat berarti bagi nelayan kecil agar tetap bisa bertahan melaut,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa nelayan kecil memiliki peran vital dalam ketahanan pangan dunia. Hampir 90 persen sumber protein laut dihasilkan oleh nelayan tradisional dan nelayan kecil.
“Kalau nelayan kecil sampai tumbang, dampaknya besar. Bukan hanya ekonomi pesisir yang terpukul, tapi juga jutaan rumah tangga nelayan yang menggantungkan hidup dari laut,” tambahnya.
Dalam dialog bersama nelayan dan pemangku kepentingan di Pacitan dan Trenggalek, sejumlah aspirasi mencuat. Mulai dari kemudahan mendapatkan solar subsidi, stabilitas harga ikan, hingga bantuan nyata untuk menjaga roda ekonomi masyarakat pesisir.
Riyono Caping menegaskan, negara tidak boleh lambat dalam merespons persoalan nelayan.
“Nelayan kecil harus dilindungi. Solar subsidi harus tetap ada, mudah didapat, dan jangan sampai permainan distribusi menyulitkan rakyat kecil,” pungkasnya.(Rif)




