SITUBONDO, SIBERNEWS.CO.ID- Pembangunan Bandara KASA Situbondo oleh Kementerian Pertahanan di kawasan Pantai Banongan melibatkan ratusan pekerja lokal dan memprioritaskan material daerah, meskipun menghadapi tantangan kualitas material yang ketat.
Pembangunan Bandara KHR As’ad Syamsul Arifin (KASA) di Situbondo, Jawa Timur, telah memasuki tahap konstruksi landasan pacu sejak Desember 2025. Proyek strategis nasional ini menunjukkan komitmen kuat terhadap pemberdayaan masyarakat lokal. Kementerian Pertahanan sebagai inisiator proyek, melibatkan ratusan pekerja dari warga sekitar, Minggu (15/2/2026).
Landasan pacu bandara militer ini sedang dibangun di kawasan Pantai Banongan, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Selain melibatkan tenaga kerja, proyek ini juga memberikan kesempatan luas bagi penyedia material lokal. Mayoritas material seperti tanah uruk, agregat, dan batu belah diharapkan berasal dari daerah setempat.
Meskipun demikian, pembangunan Bandara KASA Situbondo menghadapi tantangan terkait kualitas material. Penolakan material base course dari penyedia lokal terjadi karena tidak sesuai spesifikasi. Hal ini penting untuk memastikan keamanan dan kelayakan operasional bandara di masa mendatang.
Salah satu pekerja yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan, kesempatan berpartisipasi tidak hanya terbatas pada pekerja.
“Tidak hanya memberdayakan pekerja lokal, kami juga memberikan kesempatan kepada masyarakat berpartisipasi seluas-luasnya, termasuk penyedia material juga mayoritas dari lokal, seperti material tanah uruk, agregat atau base corse, batu belah, dan lainnya,” ujarnya.
Langkah ini menunjukkan upaya nyata untuk menggerakkan roda perekonomian daerah serta bertujuan untuk memastikan proyek Bandara KASA Situbondo selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan.
Tantangan Kualitas Material dan Standar Keamanan Penerbangan
Pembangunan Bandara KASA Situbondo menuntut standar kualitas yang sangat tinggi, terutama untuk material konstruksi landasan pacu. Penolakan ini disebabkan oleh material yang dinilai tidak sesuai spesifikasi, yaitu bercampur lumpur serta memiliki ukuran yang tidak sesuai.
Selanjutnya, kualitas material yang tidak sesuai dapat menimbulkan risiko serius. Risiko tersebut meliputi keretakan, genangan air akibat permukaan yang bergelombang, dan bahkan amblasnya landasan pacu.
“Apabila terjadi demikian, maka harus dilakukan pembongkaran landasan pacu dan pekerjaan dimulai dari awal lagi, tentunya sangat berbahaya untuk keselamatan dunia penerbangan baik saat landing maupun saat take off,” tutur pria keturunan Palembang.
Bandara KASA Situbondo telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total anggaran sekitar Rp1,7 triliun dari pemerintah pusat. Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyatakan bahwa bandara ini dirancang multifungsi. Ini tidak hanya untuk kepentingan pertahanan negara, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Bandara ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Ini termasuk penerbangan kemanusiaan, kebencanaan, hingga penerbangan sipil. Dengan demikian, Bandara KASA akan berperan penting dalam mendukung mobilitas dan logistik di wilayah.
Dengan landasan pacu sepanjang 2.500 meter, Bandara KASA Situbondo akan mampu menampung pesawat komersial berbadan besar.
“Pesawat berbadan besar, seperti Airbus atau pesawat Boeing, diharapkan nantinya bisa mendarat dan lepas landas di bandara yang saat ini pembangunannya sudah dalam proses,” jelas mas Rio.
Keberadaan bandara ini diharapkan akan membuka aksesibilitas dan potensi pengembangan daerah Situbondo di masa depan.
(Uday)


